Perilaku menyakiti diri sendiri kerap ia tunjukkan. Tubuhnya dibenturkan ke dinding. Tidurnya tak karuan, bisa hilang berhari-hari. Bahkan, dalam keadaan putus asa, ia nekat menyayat tangannya sendiri dengan benda tajam yang berhasil disembunyikan.
"Kelakuannya begitu, (menyayat tangan) pakai gunting. Gunting diumpetin, eh pakai pisau rautan,"
tambah ibunya. Keprihatinan atas keadaannya ini sampai-sampai diungkapkan oleh kepala penjara setempat.
Latar belakang keluarganya sendiri cukup kompleks. KL adalah buah dari perkawinan ibu Indonesia dan ayah asal Prancis. Setelah perceraian orang tuanya saat ia masih kecil, ia pun memilih tinggal dan dibesarkan oleh ibunya di Yordania. Kini, di balik semua dugaan hukum, yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi mentalnya yang terus merosot tanpa penanganan yang memadai.
Artikel Terkait
Polisi Kukar Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu, Selamatkan 15.000 Orang dari Jerat Narkoba
Pertamina Tegaskan Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Sebut Informasi Biaya adalah Hoaks
Pemerintah Buka Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Berstatus Pegawai BUMN
Pemprov Sulsel Godok Mutasi 314 Guru untuk Atasi Ketimpangan Distribusi