Perilaku menyakiti diri sendiri kerap ia tunjukkan. Tubuhnya dibenturkan ke dinding. Tidurnya tak karuan, bisa hilang berhari-hari. Bahkan, dalam keadaan putus asa, ia nekat menyayat tangannya sendiri dengan benda tajam yang berhasil disembunyikan.
"Kelakuannya begitu, (menyayat tangan) pakai gunting. Gunting diumpetin, eh pakai pisau rautan,"
tambah ibunya. Keprihatinan atas keadaannya ini sampai-sampai diungkapkan oleh kepala penjara setempat.
Latar belakang keluarganya sendiri cukup kompleks. KL adalah buah dari perkawinan ibu Indonesia dan ayah asal Prancis. Setelah perceraian orang tuanya saat ia masih kecil, ia pun memilih tinggal dan dibesarkan oleh ibunya di Yordania. Kini, di balik semua dugaan hukum, yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi mentalnya yang terus merosot tanpa penanganan yang memadai.
Artikel Terkait
Prabowo Terkesima, Hampir Menangis Saat Saksikan Kehebatan Murid Sekolah Rakyat
Diplomat Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB di Tengah Badai Geopolitik
Prabowo di Banjarbaru: Jangan Malu Orang Tuamu Buruh atau Petani
Prabowo Tepis Teori Menetes ke Bawah: Kesejahteraan Rakyat Bukan Cuma Angka Pertumbuhan