Proliga 2026 bakal panas. Bukan cuma soal persaingan di lapangan, tapi juga perbincangan seru di luar arena. Kali ini, sorotan mengarah pada dua bintang yang pulang kampung: Megawati Hangestri dan Yolla Yuliana. Mereka kembali menghangatkan kompetisi voli tanah air setelah menjajal liga luar negeri. Pertanyaannya, bagaimana kisaran gaji mereka sekarang? Apakah bakal selangit?
Megawati memilih kembali ke Jakarta Pertamina Enduro, tim yang tak asing lagi baginya. Sementara Yolla Yuliana akan mengenakan jersey Jakarta Livin Mandiri. Kedatangan mereka tentu jadi magnet tersendiri bagi liga.
Nah, soal angka, ini yang selalu jadi teka-teki. Gaji pemain voli di Indonesia, apalagi untuk kalangan top, seringkali tertutup rapat. Tapi kita bisa mencoba mengira-ngira dari track record mereka.
Ambil contoh Megawati. Gajinya saat di Korea Selatan untuk Red Sparks benar-benar fantastis: sekitar 2,4 miliar rupiah per musim. Kalau dirinci per bulan, kira-kira 266 juta rupiah mengalir ke rekeningnya. Angka yang sulit dibayangkan untuk ukuran atlet voli di sini.
Tapi ya itu tadi, itu di Korsel. Ketika dia tampil di Final Four Proliga 2025 untuk Gresik, kisaran gaji pemain timnas biasanya berada di rentang Rp 12 hingga 20 juta per bulan. Jauh berbeda, tentunya. Untuk kontraknya di Pertamina Enduro kali ini, belum ada angka pasti yang terungkap. Mungkin lebih tinggi dari angka biasa, mengingat nama besarnya.
Di sisi lain, perjalanan Yolla Yuliana juga tak kalah mentereng. Saat membela Tokyo Sunbeams di Jepang tahun lalu, kabarnya ia dibayar Rp 1,5 miliar untuk satu musim. Itu artinya sekitar Rp 125 juta per bulannya.
Lalu, bagaimana dengan kontraknya di Jakarta Livin Mandiri? Sama seperti Megawati, rinciannya masih simpang siur. Namun menurut kabar yang beredar, pemain papan atas di klub-klub ternama Indonesia bisa mendapatkan antara Rp 75 hingga 125 juta per bulan.
Dengan segudang pengalaman internasional dan prestasinya, sangat mungkin Yolla menempati angka tertinggi dalam rentang itu. Bahkan, bukan tidak mungkin ia mendapat tawaran yang sedikit lebih menggiurkan daripada Megawati. Tapi sekali lagi, ini semua spekulasi. Klub dan pemain biasanya sangat menjaga kerahasiaan hal semacam ini.
Jadi, pertanyaan apakah gaji mereka bak langit dan bumi? Mungkin tidak sampai sejauh itu di Proliga. Tapi yang pasti, kedatangan mereka telah mengangkat pamor liga, dan mungkin juga standar nilai pasar untuk atlet voli berkelas di Indonesia. Kita tunggu saja aksi mereka di lapangan. Karena pada akhirnya, performa lah yang akan bicara paling lantang.
Artikel Terkait
Nathan Tjoe-A-On Kembali Bermain Usai Kasus Paspor, Willem II Raih Kemenangan
Pelatih Persija Ingatkan Konsistensi Jadi Kunci Kejar Gelar Juara
PSSI Siapkan Kompetisi Baru yang Berjalan Paralel dengan Liga Mulai 2026
NAC Breda Ajukan Banding ke Pengadilan Soal Status Paspor Dean James