Brimob Siap Jadi Ujung Tombak Pengamanan Nataru di Ibu Kota

- Jumat, 19 Desember 2025 | 21:05 WIB
Brimob Siap Jadi Ujung Tombak Pengamanan Nataru di Ibu Kota

Di kawasan Cawan Monas, Jakarta Pusat, suasana Jumat sore itu tampak berbeda. Ratusan personel berseragam rapi berbaris dalam formasi yang kompak. Brimob Polda Metro Jaya tengah menggelar Apel Gelar Pasukan untuk Operasi Lilin 2025. Misi mereka jelas: mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang.

Apel yang dimulai pukul empat sore itu bukan sekadar formalitas. Ini adalah pengecekan akhir, momen terakhir untuk memastikan semua personel dan peralatan benar-benar siap tempur. Dari total 2.182 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi lain kontingen Brimob menyumbang 585 orang. Jumlah itu membuat mereka jadi kekuatan terbesar di bawah Polda Metro Jaya.

Pimpinan apel tak lain adalah Astama Ops Kapolri, Komjen Mohammad Fadil Imran. Di sampingnya, hadir sejumlah pejabat tinggi seperti Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, Pangdam Jaya, serta perwakilan Pemda DKI. Kehadiran mereka menegaskan betapa seriusnya operasi ini.

Menurut rencana, personel Brimob akan jadi ujung tombak. Mereka disiagakan khusus untuk menangani gangguan keamanan berintensitas tinggi. Mulai dari ancaman terorisme, kerusuhan, sampai situasi darurat lain yang mungkin muncul selama Operasi Lilin berjalan.

"Selain itu, Satuan Brimob Polda Metro Jaya juga menyiagakan Tim SAR sebagai langkah antisipatif terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi selama rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru,"

Keterangan itu disampaikan Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, Jumat (19/12) lalu. Dia menegaskan, kesiapan ini adalah bentuk komitmen nyata. Semua personel, termasuk tim SAR, sudah dilatih dan dipersiapkan secara profesional. Tujuannya satu: agar masyarakat bisa beribadah dan merayakan dengan rasa aman dan nyaman.

Operasi Lilin sendiri merupakan operasi terpusat berskala nasional. Fokusnya pada perlindungan dan pelayanan ke masyarakat. Pengamanan akan menyasar tempat ibadah, pusat keramaian, jalur transportasi, hingga objek-objek vital. Mereka juga siaga penuh menghadapi kemacetan parah dan kemungkinan bencana alam.

"Dengan sinergi seluruh unsur pengamanan, Polri bersama TNI dan instansi terkait berkomitmen menjaga stabilitas keamanan agar perayaan Nataru berlangsung tertib, lancar, dan kondusif,"

Kombes Henik menambahkan penekanan pada kolaborasi itu. Intinya, semua pihak sudah bergerak. Persiapan dilakukan sedetail mungkin. Kini, tinggal menunggu waktu pelaksanaan, dengan harapan semua berjalan mulus tanpa hambatan berarti.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar