Nah, menariknya, sebelum postingan utama itu, Trump sempat membagikan ulang sebuah pesan. Isinya spekulatif: bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bisa saja menjadi presiden untuk Kuba yang komunis itu.
Trump hanya memberi satu komentar pendek, "Kedengarannya bagus bagi saya!"
Dalam unggahan terpisah, dia kemudian membeberkan alasan di balik ancamannya. Menurut Trump, selama ini Kuba bertahan hidup dari minyak dan dana besar Venezuela. Sebagai imbalannya, Havana memberikan "layanan keamanan" untuk mendukung dua diktator terakhir di Caracas.
"Sebagian besar warga Kuba itu TEWAS akibat serangan AS minggu lalu, dan Venezuela tidak lagi membutuhkan perlindungan dari para preman dan pemeras yang telah menyandera mereka selama bertahun-tahun," klaim Trump.
Memang, ketergantungan Havana pada minyak Venezuela bukan rahasia lagi. Ini sudah berlangsung sejak tahun 2000, berawal dari kesepakatan dengan Hugo Chávez. Di tengah embargo perdagangan AS yang ketat, minyak murah dari Caracas itu seperti oksigen bagi perekonomian Kuba. Sekarang, dengan ancaman Trump dan situasi di Venezuela yang berubah, napas mereka mungkin akan terasa semakin sesak.
Artikel Terkait
Ketika Musibah Datang, Inilah Kunci Menghadapinya Menurut Al-Quran dan Hadits
Meteo MSN: Andalan Baru untuk Menaklukkan Cuaca yang Tak Terduga
Dokter Tifa Sindir Orang Hina Usai Tersangka Kasus Ijazah Sowan ke Jokowi
Pandji Buka Suara Soal Anies yang Lolos dari Sindiran di Spesial Netflix