Wall Street menutup sesi Rabu (7/1) dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, sentimen terhadap saham teknologi dan AI kembali memanas. Di sisi lain, tekanan justru datang dari sektor keuangan dan properti, yang membuat indeks S&P 500 dan Dow Jones akhirnya merosot.
Nasdaq masih bertahan di zona hijau, naik 0,16% ke level 23.584,28. Tapi itu tak cukup untuk menahan ambruknya Dow Jones yang anjlok hampir 1%, dan S&P 500 yang melemah 0,34% ke 6.920,93 poin. Padahal, awal sesi sempat cerah dengan kedua indeks itu mencetak rekor tertinggi baru.
Pemicu keributan? Beberapa pernyataan dari Presiden Donald Trump. Yang pertama soal perumahan. Trump bilang akan melarang pembelian rumah tapak oleh korporat, sebuah langkah untuk meredam harga. Reaksinya langsung terasa: saham perusahaan akuisisi perumahan seperti American Homes 4 Rent ambrol 4,3%. Raksasa private equity, Blackstone dan Apollo, masing-masing terpental lebih dari 5%. Sektor keuangan S&P 500 pun ikut terkapar, turun 1,4%.
Namun begitu, bukan berarti semua saham properti sengsara. Zillow, platform digitalnya, malah naik lebih dari 2%.
Bank raksasa JPMorgan Chase juga ikut merana, turun 2,3%. Ini terjadi setelah analis Wolfe Research menurunkan rekomendasinya. Tapi tekanan lain datang dari sektor pertahanan. Trump mengancam akan melarang dividen dan buyback saham bagi perusahaan pertahanan yang bermasalah dengan produksi alat militernya. Northrop Grumman dan Lockheed Martin langsung terpukul, anjlok 5,5% dan 4,8%. Trump tak menyebut nama, tapi pasar paham maksudnya.
Di tengah kekacauan itu, investor justru berlarian kembali ke tempat yang nyaman: saham teknologi dan AI. Setelah sempat diragukan karena valuasi yang dianggap terlalu mahal, Nvidia dan Microsoft masing-masing naik sekitar 1%. Alphabet bahkan melesat lebih dari 2%.
Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, melihat pola ini.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak 3% Usai Gejolak Venezuela dan Ancaman Pasokan Global
Harga Minyak Melonjak 3% Dihantui Ketegangan di Venezuela hingga Timur Tengah
Pasar Batu Bara Global Terancam Surplus, Harga Diprediksi Terus Melemah
Anggaran Militer Trump USD 1,5 Triliun Guncang Wall Street: Teknologi Tertekan, Pertahanan Melonjak