Awal tahun 2026 ini, dunia politik internasional kembali diguncang oleh aksi-aksi Donald Trump. Baru-baru ini, setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan wacana aneh soal membeli Greenland, mantan presiden AS itu kembali membuat pernyataan yang bikin mata terbelalak. Kali ini, sasarannya adalah Kolombia. Trump secara terbuka menyebut opsi operasi militer ke negara tersebut, sebuah ancaman yang langsung memicu gelombang protes.
Tak cuma itu, Trump juga diketahui sempat memanggil Presiden Kolombia Gustavo Petro untuk datang ke Gedung Putih. Menanggapi hal ini, Petro mengaku pihaknya telah menjalin komunikasi. Menurutnya, Kolombia setuju untuk membuka kembali hubungan langsung, baik di level kementerian luar negeri maupun antara kedua istana kepresidenan.
Namun begitu, ancaman militer itu jelas tidak diterima begitu saja oleh rakyat Kolombia. Ribuan demonstran langsung membanjiri jalan-jalan di berbagai kota. Mereka menentang keras wacana intervensi dari Trump itu. Di Plaza Bolívar, Bogotá, massa berkumpul membawa spanduk bertuliskan dukungan untuk pemimpin mereka, salah satunya berbunyi “Petro tidak sendirian”.
Petro sendiri hadir dan berbicara di tengah para pendukungnya.
Pernyataannya sekaligus menjadi kritik terhadap langkah-langkah Trump yang dinilai banyak kalangan sudah melampaui batas.
Artikel Terkait
Bandara Arung Palakka Resmi Buka Rute Langsung ke Morowali
Ketua Gema Bangsa Usulkan Ganti Parliamentary Threshold dengan Ambang Batas Fraksi
Bupati Bone Apresiasi Dukungan Warga dan Sampaikan Capaian di Safari Ramadan
Harga Emas Antam Turun Rp45.000 per Gram, Harga Buyback Justru Naik