Angin Puting Beliung di Sleman Tewaskan Dua Orang dalam Becak Tertimpa Pohon

- Sabtu, 22 November 2025 | 02:45 WIB
Angin Puting Beliung di Sleman Tewaskan Dua Orang dalam Becak Tertimpa Pohon

SLEMAN – Angin kencang yang tiba-tiba menerjang kawasan Sleman, DI Yogyakarta, Jumat sore (21/11/2025) lalu, berakhir tragis. Dua nyawa melayang dalam peristiwa itu. Mereka tewas di tempat setelah sebuah pohon besar tumbang dan menimpa becak tempat mereka sedang beristirahat.

Lokasi kejadiannya persis di Ringroad Utara, tak jauh dari Monumen Jogja Kembali atau yang lebih dikenal warga sebagai Monjali. Menurut informasi yang beredar, kedua korban seorang pria dan wanita yang identitasnya masih diselidiki sedang bersantai sambil menyantap makanan di dalam becak ketika musibah itu terjadi.

Jumiyati, salah seorang saksi mata, menggambarkan suasana saat itu. "Tiba-tiba anginnya kencang banget, beberapa menit lamanya," ujarnya. Pohon besar dengan diameter sekitar 50 cm dan tinggi kira-kira 10 meter itu rupanya tak sanggup menahan terpaan angin. Dengan sedih Jumiyati menambahkan, "Mereka berdua memang sering istirahat di bawah pohon itu. Kebetulan saat kejadian, mereka lagi makan di becak."

Proses evakuasi ternyata tak mudah. Dedy Prasetya dari Basarnas Yogyakarta menjelaskan butuh waktu sekitar 40 menit untuk mengeluarkan kedua korban. "Kedua jenazah terjepit di dalam becak yang tertindih batang pohon besar. Kami terpaksa menggunakan crane untuk mengangkat pohonnya," paparnya.

Setelah berhasil dikeluarkan, jenazah kedua korban langsung dibawa ke bagian forensik RS Bhayangkara Polda DIY. Di sana, tim medis akan melakukan identifikasi lebih lanjut.

Kejadian ini sempat bikin kawasan sekitar Monjali ramai. Lalu lintas sempat macet karena banyak pengendara yang melambat untuk melihat lokasi kejadian. Untungnya petugas kepolisian dan sejumlah relawan sigap mengatur arus kendaraan agar tak berlarut-larut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar