“Inilah peluang investasi yang sesungguhnya,” tegasnya.
Ia lantas menekankan bahwa konsep hilirisasi tidak boleh berhenti pada komoditas seperti nikel saja. “Hilirisasi sumber daya alam yang kita punya, yang melimpah itu, harus benar-benar diberi nilai tambah yang tinggi,” katanya.
Dengan kata lain, mineral-mineral kritis yang dimiliki Indonesia bisa menjadi magnet untuk menarik investasi di sektor teknologi tinggi sektor yang sedang diperebutkan oleh negara-negara maju. Namun begitu, Adhamaski juga menyisipkan catatan penting.
Ia menyoroti perlunya keseimbangan dalam pola investasi. Meski arus investasi di dalam negeri semakin mengarah ke sektor padat modal, Indonesia tetap membutuhkan investasi yang lebih padat karya. Tujuannya jelas: menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk menyerap angkatan kerja yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Ini menjadi pekerjaan rumah lain yang tak kalah pentingnya.
Artikel Terkait
Fortuna Sittard Taklukkan NEC Nijmegen 3-2, Justin Hubner Cetak Gol
Al Nassr Bangkit dari Ketertinggalan, Raih Kemenangan 3-1 Berkat Gol Bunuh Diri Lawan dan Al Hamdan
Bayern Munich Kalahkan Borussia Dortmund 3-2 dalam Laga Sengit Der Klassiker
Prabowo: Kebersamaan Imlek dan Ramadhan Wajah Asli Indonesia