“Inilah peluang investasi yang sesungguhnya,” tegasnya.
Ia lantas menekankan bahwa konsep hilirisasi tidak boleh berhenti pada komoditas seperti nikel saja. “Hilirisasi sumber daya alam yang kita punya, yang melimpah itu, harus benar-benar diberi nilai tambah yang tinggi,” katanya.
Dengan kata lain, mineral-mineral kritis yang dimiliki Indonesia bisa menjadi magnet untuk menarik investasi di sektor teknologi tinggi sektor yang sedang diperebutkan oleh negara-negara maju. Namun begitu, Adhamaski juga menyisipkan catatan penting.
Ia menyoroti perlunya keseimbangan dalam pola investasi. Meski arus investasi di dalam negeri semakin mengarah ke sektor padat modal, Indonesia tetap membutuhkan investasi yang lebih padat karya. Tujuannya jelas: menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk menyerap angkatan kerja yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun. Ini menjadi pekerjaan rumah lain yang tak kalah pentingnya.
Artikel Terkait
Meteo MSN: Andalan Baru untuk Menaklukkan Cuaca yang Tak Terduga
Dokter Tifa Sindir Orang Hina Usai Tersangka Kasus Ijazah Sowan ke Jokowi
Pandji Buka Suara Soal Anies yang Lolos dari Sindiran di Spesial Netflix
Momen Metal dan Ciuman Hangat: Potret Keluarga Megawati di Tengah Rakernas PDIP