Atap SMA Negeri 2 Gunungputri Ambruk Dini Hari, Bupati Minta Audit Menyeluruh

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:55 WIB
Atap SMA Negeri 2 Gunungputri Ambruk Dini Hari, Bupati Minta Audit Menyeluruh

Hujan deras mengguyur kawasan Gunungputri dini hari itu. Dan sekitar pukul lima pagi, terdengar suara gemuruh dari SMA Negeri 2 setempat. Bukan gemuruh petir, melainkan suara atap sekolah yang ambruk menimpa tiga ruang kelas di lantai dua.

Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra, mengonfirmasi kejadian itu. Ia menjelaskan kronologinya berdasarkan rekaman CCTV.

"Betul, yang ambruk bagian atap di SMA Negeri 2 Gunungputri. Jadi bangunannya dua lantai, yang ambruk itu atap di lantai dua. Ada tiga kelas yang rusak," kata Udin.

"Berdasarkan CCTV sekolah, kejadiannya itu jam 04.50 WIB. Baru diketahui pagi sekitar jam 06.00 WIB," imbuhnya.

Untungnya, peristiwa ini terjadi saat libur akhir pekan dan dini hari. Tak ada korban jiwa. Tim BPBD Kabupaten Bogor pun langsung bergerak ke lokasi untuk menangani situasi. Menurut M Adam Hamdani dari BPBD, yang ambruk hanya bagian atapnya, sementara struktur bangunan utama masih berdiri. Sekolah terpaksa diliburkan sementara.

Namun begitu, ini bukan kali pertama atap sekolah itu bermasalah. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, angkat bicara. Ia mengungkapkan kejadian serupa sudah berulang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

"Kalau kejadian itu berulang beberapa bulan ke belakang. Pada saat itu kewenangan pembangunannya masih ada di Kabupaten Bogor. Maka kami minta dilakukan audit secara menyeluruh," tegas Rudy, Sabtu (24/1/2026).

Permintaan audit itu bukan tanpa alasan. Kekhawatiran Rudy ternyata lebih luas. Ia menyoroti beberapa sekolah lain yang dibangun di periode yang sama, dengan struktur mirip. Potensi bahaya serupa bisa saja mengintai.

"Kami mengantisipasi bersama-sama. Soalnya, kalau dilihat struktur bangunannya kan mirip semuanya. Masih ada beberapa sekolah di tahun yang sama. Kondisinya seperti apa, itu yang harus dicek," ungkapnya.

Audit menyeluruh kini jadi langkah krusial. Bukan cuma untuk membenahi SMA Negeri 2 Gunungputri, tapi juga untuk mencegah insiden serupa terulang di tempat lain. Warga pun menunggu tindak lanjut konkret, agar anak-anak bisa kembali belajar dengan aman.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar