Namun begitu, ini bukan kali pertama atap sekolah itu bermasalah. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, angkat bicara. Ia mengungkapkan kejadian serupa sudah berulang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
"Kalau kejadian itu berulang beberapa bulan ke belakang. Pada saat itu kewenangan pembangunannya masih ada di Kabupaten Bogor. Maka kami minta dilakukan audit secara menyeluruh," tegas Rudy, Sabtu (24/1/2026).
Permintaan audit itu bukan tanpa alasan. Kekhawatiran Rudy ternyata lebih luas. Ia menyoroti beberapa sekolah lain yang dibangun di periode yang sama, dengan struktur mirip. Potensi bahaya serupa bisa saja mengintai.
"Kami mengantisipasi bersama-sama. Soalnya, kalau dilihat struktur bangunannya kan mirip semuanya. Masih ada beberapa sekolah di tahun yang sama. Kondisinya seperti apa, itu yang harus dicek," ungkapnya.
Audit menyeluruh kini jadi langkah krusial. Bukan cuma untuk membenahi SMA Negeri 2 Gunungputri, tapi juga untuk mencegah insiden serupa terulang di tempat lain. Warga pun menunggu tindak lanjut konkret, agar anak-anak bisa kembali belajar dengan aman.
Artikel Terkait
Rumah Kosong di Bogor Ambruk Usai Hujan Deras, Tak Ada Korban Jiwa
22 WNI Dievakuasi dari Wilayah Konflik, Pemerintah Janjikan Upaya Berlanjut
Polri Imbau Warga Laporkan Permintaan Sumbangan yang Dipaksakan Jelang Lebaran
BRIN dan Kemenbud Sepakat Dorong Riset Peradaban 1,8 Juta Tahun dan Digitalisasi Bahasa