Tawa Anak-anak Kembali Bergema di Huntara Aceh Tamiang

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:12 WIB
Tawa Anak-anak Kembali Bergema di Huntara Aceh Tamiang

“Di belakang kami, ini ada klinik kesehatan. Tiap hari dan tanpa ada hari libur, baik anak kecil, bayi, sampai dengan lansia, dengan yang penyintas ataupun yang beresiko, termasuk ibu hamil nanti,” jelasnya.

Namun begitu, kenangan akan bencana masih membekas. Siti Rahma, warga Kampung Sukajadi, sulit melupakan malam ketika banjir bandang menerjang akhir November lalu. Air sungai yang biasanya naik-turun dengan wajar, kali itu tak terkendali. “Saat malam tiba, rumah kita sudah tersapu banjir. Rumah kami sudah tidak ada lagi,” kenangnya. Ia dan keluarganya terpaksa mengungsi, bertahan di posko dengan harapan satu hal: punya tempat berkumpul lagi.

Harapan itu kini terjawab. Pada Kamis pekan lalu, Siti dan keluarganya pindah ke huntara. Bagi mereka, ini lebih dari sekadar tempat berteduh. “Kami alhamdulilah, senang sekali karena dapat rumah hunian sementara dari bapak Presiden,” ungkap Siti, mewakili rasa syukur ratusan penghuni lain. Yati, warga lainnya, mengangguk setuju.

“Alhamdulilah, kami senang sekali karena bisa berteduh sama keluarga,” katanya.

Rumah-rumah modular ini dibangun cepat, tapi dengan kualitas yang baik. Fungsinya jelas: bukan cuma untuk berlindung, melainkan sebagai ruang pemulihan. Di sinilah, di antara tawa anak dan obrolan ringan para orang tua, kehidupan baru benar-benar dimulai. Sebuah awal yang sederhana, penuh syukur, dan yang terpenting, memberi mereka tanah pijakan untuk membangun kembali masa depan.


Halaman:

Komentar