Mengapa Ayatullah Khamenei Dikabarkan Akan Kabur Bawa Aset Miliaran Dolar?
Isu itu terus bergulir. Intinya sederhana: sang Pemimpin Tertinggi Iran itu disamakan begitu saja dengan para penguasa lain yang memilih kabur saat negara mereka benar-benar kacau dan ibukota jatuh. Namanya disebut dalam satu tarikan napas dengan Shah Pahlevi, atau Ferdinand Marcos yang lari ke Hawaii. Juga Ben Ali dari Tunisia yang kabur ke Arab Saudi, Mansour Hadi dari Yaman, Ashraf Ghani dari Afghanistan, Victor Yanukovych dari Ukraina, sampai Gotabaya Rajapaksa dari Sri Lanka. Bahkan Bashar al-Assad pun disebut, meski akhirnya bertahan.
Seolah-olah, melarikan diri sudah jadi pakem wajib bagi seorang pemimpin yang rakyatnya sudah muak dan ditinggalkan oleh dukungan militer.
Tapi, benarkah Iran sedang dalam kondisi seperti itu? Faktanya, situasi di sana jauh dari gambaran chaos total. Pemerintahan masih berjalan, kota-kota tetap hidup dengan aktivitas sehari-hari. Komando militer masih solid, dan kerja-kerja diplomatik tak berhenti. Menariknya, tidak ada satu pun kedutaan asing di Tehran yang sampai mengeluarkan peringatan siaga satu atau melancarkan operasi evakuasi besar-besaran untuk warganya. Itu saja sudah cukup memberi gambaran.
Kalau kita lihat sejarah, rumor semacam ini juga sama sekali tak berdasar. Dalam situasi yang jauh lebih genting sekalipun seperti perang delapan tahun melawan Irak atau konflik 12 hari dengan Israel Khamenei tak pernah sekalipun memilih opsi untuk melarikan diri. Ia tetap di tempat.
Artikel Terkait
Gen Halal Championship 2025 Cetak 45 Finalis, Bukti Gaya Hidup Halal Kian Digandrungi Pelajar
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan di Sumatera
Gen Halal Championship 2025: Finalis Non-Muslim Buktikan Halal Jadi Standar Universal