Whoosh Kian Diminati Turis Asing, Penumpang Mancanegara Melonjak 60 Persen

- Selasa, 27 Januari 2026 | 05:20 WIB
Whoosh Kian Diminati Turis Asing, Penumpang Mancanegara Melonjak 60 Persen

Laporan terbaru dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menunjukkan tren yang menarik. Kereta cepat Whoosh ternyata makin digemari oleh para turis asing. Sepanjang 2025, jumlah penumpang warga negara asing (WNA) yang tercatat mencapai 401.282 orang. Angka itu melonjak signifikan, lebih dari 60 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 251.525 penumpang.

Kalau dirunut dari awal operasinya di 2023, total kumulatifnya sudah 681.713 penumpang WNA. Ini bukan angka kecil. Yang jelas, kereta berkecepatan tinggi ini perlahan tapi pasti mulai jadi pilihan bagi wisatawan internasional yang berkunjung ke Indonesia.

Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, melihat tren ini sebagai indikator yang positif. Menurutnya, peningkatan yang konsisten ini bicara banyak soal kualitas layanan.

"Pertumbuhan penumpang WNA yang konsisten menunjukkan bahwa layanan Whoosh semakin dipercaya wisatawan mancanegara, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun kemudahan akses,"

Eva menyampaikan hal itu dalam keterangan resminya pada Senin, 26 Januari 2026.

Lalu, dari mana saja mereka datang? Data kumulatif sejak Whoosh beroperasi punya jawabannya. Peringkat teratas diduduki oleh wisatawan asal Malaysia dengan total fantastis: 298.531 penumpang. Posisi kedua adalah Singapura dengan 83.371 penumpang, disusul China (59.893), Jepang (32.176), dan Korea Selatan (21.974).

Bagi Eva, ini lebih dari sekadar angka. Whoosh, katanya, sudah jadi bagian dari pengalaman berwisata itu sendiri.

"Whoosh tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan asing di Indonesia. Konsistensi penggunaan oleh wisatawan dari berbagai negara menunjukkan daya saing layanan Whoosh di tingkat internasional,"

Jadi, lonjakan 60 persen itu bukan kebetulan. Ini cerita tentang bagaimana sebuah layanan transportasi baru bisa mendapat tempat, tak hanya di hati masyarakat lokal, tapi juga para pelancong dari mancanegara.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar