Tanggapan Muhammadiyah Soal Kritik Pandji Pragiwaksono
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, buka suara menanggapi riuhnya polemik yang dipicu komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan spesialnya, Mens Rea. Menurutnya, kritik itu justru diperlukan.
“Kita harus berlapang dada jika dikritik,” tegas Anwar kepada Tempo, Jumat lalu.
Alasannya sederhana: lewat kritikan, kita bisa bercermin. Bisa menilai diri, sudahkah berbuat baik dan benar atau justru sebaliknya. Itu prinsipnya.
Kalau Muhammadiyah dinilai sudah baik dan benar, ya tugasnya tinggal memastikan kehadirannya benar-benar bermanfaat bagi orang lain. Tapi jika belum? Maka evaluasi harus segera dilakukan. Cari tahu apa yang jadi penyebabnya. Anwar mendorong agar insan Muhammadiyah terus berupaya menjadikan organisasi ini lebih berarti dan bermakna.
“Usaha untuk menjadi baik dan benar ini bagi Muhammadiyah harus dilihat sebagai tugas suci,” ujarnya.
Bagaimanapun, sebaik-baiknya organisasi Islam adalah yang kehadirannya benar-benar dirasakan maslahatnya. Bukan cuma untuk internal, tapi juga untuk umat, bangsa, negara, bahkan lingkungan sekitar. Itu ukurannya.
Laporan ke Polda
Artikel Terkait
Mobil Terperosok Jurang 200 Meter di Enrekang, Satu Tewas
Prakiraan Cuaca Sulsel Jumat: Cerah Berpotensi Hujan Sedang di Sejumlah Kabupaten
Pria di Palopo Meninggal Gantung Diri Usai Tunjukkan Perilaku Mengkhawatirkan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang