Tanggapan Muhammadiyah Soal Kritik Pandji Pragiwaksono
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, buka suara menanggapi riuhnya polemik yang dipicu komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan spesialnya, Mens Rea. Menurutnya, kritik itu justru diperlukan.
“Kita harus berlapang dada jika dikritik,” tegas Anwar kepada Tempo, Jumat lalu.
Alasannya sederhana: lewat kritikan, kita bisa bercermin. Bisa menilai diri, sudahkah berbuat baik dan benar atau justru sebaliknya. Itu prinsipnya.
Kalau Muhammadiyah dinilai sudah baik dan benar, ya tugasnya tinggal memastikan kehadirannya benar-benar bermanfaat bagi orang lain. Tapi jika belum? Maka evaluasi harus segera dilakukan. Cari tahu apa yang jadi penyebabnya. Anwar mendorong agar insan Muhammadiyah terus berupaya menjadikan organisasi ini lebih berarti dan bermakna.
“Usaha untuk menjadi baik dan benar ini bagi Muhammadiyah harus dilihat sebagai tugas suci,” ujarnya.
Bagaimanapun, sebaik-baiknya organisasi Islam adalah yang kehadirannya benar-benar dirasakan maslahatnya. Bukan cuma untuk internal, tapi juga untuk umat, bangsa, negara, bahkan lingkungan sekitar. Itu ukurannya.
Laporan ke Polda
Di sisi lain, kasusnya sendiri sudah merambat ke ranah hukum. Pandji dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Kamis kemarin, terkait materi yang dia sampaikan di Mens Rea yang sempat viral itu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budhi Hermanto, mengonfirmasi laporan tersebut. “Ada laporan dari masyarakat atas nama RARW,” katanya.
Laporannya sendiri masuk dengan dua dugaan: penghasutan di muka umum dan penistaan agama. “Berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea,” jelas Budhi. Nomor laporannya: STTLP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Pelapor mengatasnamakan dua kelompok: Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah.
Rizki Abdul Rahman Wahid dari Presidium Angkatan Muda NU menilai materi Pandji telah mencemari nama baik organisasi Islam. “Telah merendahkan, memfitnah khususnya organisasi keislaman terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah,” ujarnya seperti dilansir Antara.
Menurut Rizki, Pandji terlihat menyamakan NU dan Muhammadiyah dengan politik praktis. “Seolah-olah dapat tambang imbalan karena memberikan suara di pemilu,” tambahnya.
Namun begitu, ada klarifikasi menarik dari internal NU. Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, menyatakan bahwa Angkatan Muda Nahdlatul Ulama bukan bagian dari struktur resmi organisasinya. Ia menegaskan tidak ada lembaga atau badan otonom NU yang bernama seperti itu.
“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” kata Ulil.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Anjuran Sahur di Banjarmasin pada 24 Februari 2026
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah