Yang membuat perjalanan ini terasa khusus, kehadiran Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin MSc, ulama sekaligus Pembina RSIB yang turut mendampingi. Kehadiran guru mereka itu memberi semangat lebih bagi seluruh relawan.
"Dengan datang langsung, kami lebih puas dan paham kondisi di lapangan. Alhamdulillah, masyarakat juga bersyukur dan berterima kasih," lanjut Herry.
Namun begitu, cerita belum berakhir. Kebutuhan di lapangan masih sangat besar. Banyak warga terdampak yang belum mendapat bantuan layak. Situasinya masih darurat.
Herry pun membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berdonasi. Salurannya melalui IPHI dan RSIB. "Kami punya tim yang langsung menjangkau lokasi. Insyaallah, bantuan akan sampai dan termanfaatkan," tandasnya penuh keyakinan.
Hari itu, di antara reruntuhan dan kesedihan, ada secercah harapan yang datang dari seribu kilometer jauhnya. Sebuah ikhtiar kecil, tapi terasa sangat berarti.
Artikel Terkait
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP