Yang menarik, temuan Buehler ini rupanya dapat konfirmasi dari dalam negeri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sendiri mengakui adanya praktik under invoicing yang cukup masif.
“Kita bisa deteksi bahwa beberapa dari perusahaan sawit melakukan under invoicing ekspor, separuh dari nilai ekspornya,” ungkap Purbaya, seperti dikutip media pada Kamis (8/1/2026).
Dia menyebut kecurangan ini kerap terjadi di industri sawit. Setelah melakukan perbaikan sistem pemantauan di Kemenkeu selama tiga bulan, fakta itu terungkap. Hampir separuh ekspor sawit Indonesia diduga bermasalah.
Karena itu, Purbaya bertekad mengejar ketertinggalan ini. Caranya? Dengan memanfaatkan teknologi.
Dia mengaku akan menerapkan Artificial Intelligence (AI) dalam pelaporan pajak, khususnya untuk industri perkebunan sawit. Harapannya jelas: mematikan celah kecurangan dan mengamankan penerimaan negara.
“Kita akan pakai teknologi AI agar memastikan bahwa pemasukan Indonesia tidak lagi bocor,” tegasnya.
Langkah ini diyakini bisa memaksa para pengusaha untuk jujur. Sebab, berbohong pada sistem yang dibantu kecerdasan buatan bakal jauh lebih sulit. Tinggal tunggu hasilnya saja nanti.
Artikel Terkait
Personel BPBD Makassar Tewas Ditabrak Truk Tronton di Tallo
Prabowo Tegaskan Pencak Silat Sebagai Cermin Jati Diri dan Ilmu Kesatria
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1