Di sisi lain, pengawasan politik uang jadi jauh lebih rumit ketika melibatkan jutaan pemilih. Bandingkan dengan mengawasi anggota DPRD yang jumlahnya hanya puluhan atau ratusan orang. Selain itu, sistem lewat DPRD dinilainya lebih membuka peluang bagi calon yang berkapasitas, bukan sekadar populer atau kaya raya.
Perbaikan Sistem yang Jadi Prioritas
Meski punya argumen kuat, Yusril tak ingin perdebatan ini dilihat secara hitam putih. Baginya, yang lebih penting sekarang adalah memperbaiki sistem pilkada langsung yang sudah berjalan. Fokusnya pada penataan pembiayaan, pengawasan yang ketat terhadap politik uang, dan tentu saja, peningkatan kualitas rekrutmen calon oleh partai politik.
Aspirasi Rakyat Tidak Boleh Diabaikan
Yusril menyadari gelombang aspirasi dari partai-partai pendukung perubahan. Namun begitu, suara rakyat tetaplah kompas utama.
Ia menutup dengan pesan tentang penghormatan pada proses demokrasi. Apapun keputusan final nanti, hasil revisi UU Pilkada harus diterima sebagai sebuah keputusan bersama yang sah.
Artikel Terkait
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP
Dendam Berdarah di Palangka Raya: Keponakan Tikam Paman Hingga Tewas