Di sisi lain, perkembangan di lapangan sudah mulai terlihat. Danantara melaporkan, pengembangan awal Kompleks Haji dilakukan di Kawasan Thakher, Makkah. Kawasan ini sudah beroperasi, lho. Salah satu fasilitas yang sudah berdiri adalah Novotel Thakher Makkah.
Hotel itu punya sekitar 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara. Luas lahannya mencapai 4,4 hektare. Lokasinya strategis, cuma sekitar dua sampai tiga kilometer dari Masjidil Haram. Ke depannya, sebagian besar lahan di Thakher ini masih akan dikembangkan lagi. Rencananya, akan ada fasilitas komersial dan pusat ritel.
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, memberi gambaran lebih detail. Pengembangan kawasan ini akan dilakukan setahap demi setahap. Target akhirnya, kapasitas kamar bisa mencapai sekitar 6.000 unit.
Dengan sebanyak itu kamar, kompleks ini diproyeksikan bisa menampung sampai 22.000 jamaah. Angka itu setara dengan 10 persen dari total jamaah haji Indonesia setiap tahunnya. Cukup signifikan.
Fokusnya jelas: menciptakan akomodasi terintegrasi. Tak cuma tempat menginap, tapi juga dilengkapi berbagai layanan penunjang. Mulai dari ritel, logistik, sampai ekosistem layanan haji lainnya. Tujuannya satu, meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah Indonesia di Tanah Suci. Semoga saja semua berjalan lancar.
Artikel Terkait
Atletico Madrid Hadapi Club Brugge di Laga Penentu Tiket 16 Besar Liga Champions
Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual
Debt Collector di Metro Diamankan, Diduga Gelapkan Mobil Debitur Rp285 Juta
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah