Kepala BRIN, Arif Satria, mendesak para periset di bawah naungannya untuk memperluas fokus mereka. Tak cuma inovasi berskala nasional yang penting, tapi juga solusi untuk persoalan-persoalan yang muncul di daerah.
Menurutnya, saat ini sudah banyak berdiri Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di berbagai kota dan provinsi. Langkah selanjutnya adalah memberdayakan mereka.
“BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) kan sudah berdiri di banyak kota kemudian juga provinsi. Nah sekarang kita proses untuk pemberdayaan BRIDA (BRIN Daerah) agar lebih tajam dalam proses percepatan hilirisasi, inovasi,”
kata Arif kepada para wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/11).
Ia melihat urgensi untuk bergerak cepat. Kolaborasi dengan hasil riset dari perguruan tinggi dinilai krusial untuk menjawab tantangan yang ada di lapangan.
“Karena daerah ini kalau inovasinya kuat, kemudian bisa mensupport ekonomi daerah, saya kira itu bisa menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi secara nasional,”
tuturnya lagi.
Maka dari itu, BRIN berencana menjalin kolaborasi yang lebih erat. Tujuannya jelas: memperkuat institusi daerah.
“Nah di sinilah BRIN akan berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi, untuk memperkuat institusi daerah dalam rangka untuk percepatan itu, melalui sejumlah kawasan sains dan teknologi di daerah,”
pungkas Arif menegaskan komitmennya.
Artikel Terkait
Putri Sulung Raja Thailand, Bajrakitiyabha, Meninggal Dunia Setelah Tiga Tahun Koma
Kanada Larang Anak di Bawah 16 Tahun Miliki Akun Media Sosial Demi Lindungi Kesehatan Mental
Harga Emas Antam Kembali Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Naik Rp20.000 Hari Ini
Pemerintah Klaim Penuhi 90 Persen Usulan Petani dan Pemda Papua untuk Pengembangan Pertanian