Kepala BRIN, Arif Satria, mendesak para periset di bawah naungannya untuk memperluas fokus mereka. Tak cuma inovasi berskala nasional yang penting, tapi juga solusi untuk persoalan-persoalan yang muncul di daerah.
Menurutnya, saat ini sudah banyak berdiri Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di berbagai kota dan provinsi. Langkah selanjutnya adalah memberdayakan mereka.
“BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) kan sudah berdiri di banyak kota kemudian juga provinsi. Nah sekarang kita proses untuk pemberdayaan BRIDA (BRIN Daerah) agar lebih tajam dalam proses percepatan hilirisasi, inovasi,”
kata Arif kepada para wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/11).
Ia melihat urgensi untuk bergerak cepat. Kolaborasi dengan hasil riset dari perguruan tinggi dinilai krusial untuk menjawab tantangan yang ada di lapangan.
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Peluang Kemitraan dengan Iran Pasca-Rezim Saat Ini
Travelator YIA Mati Suri, Diduga Demi Lariskan Warung UMKM
Menjaga Marwah Bangsa: Ketika Keluhuran Batin Menjadi Fondasi Negara
Jalan Tol Menuju IKN Ambruk, Diduga Akibat Hujan Deras dan Pergerakan Tanah