Wall Street Berakhir Pekan dengan Catatan Hijau, Saham Semikonduktor Jadi Penggerak

- Senin, 12 Januari 2026 | 06:06 WIB
Wall Street Berakhir Pekan dengan Catatan Hijau, Saham Semikonduktor Jadi Penggerak

Wall Street menutup pekan dengan catatan hijau yang cukup meyakinkan. Pada Jumat (9/1), sentimen pasar tetap hangat meski ada laporan ketenagakerjaan yang agak mengecewakan. Indeks S&P 500 sendiri terus merangkak, mendekati rekor penutupan tertingginya sepanjang masa. Penguatan ini tak lepas dari aksi beli di saham-saham semikonduktor, dengan Broadcom jadi salah satu penggerak utama.

Angkanya? S&P 500 naik 0,65 persen ke 6.966,28 poin. Nasdaq lebih perkasa lagi, melonjak 0,82 persen ke 23.671,35. Sementara Dow Jones bertambah 0,48 persen, berada di 49.504,07 poin. Yang menarik, ini bukan sekadar kenaikan harian. Selama pekan perdagangan penuh pertama di 2026, ketiga indeks utama itu melesat tajam. Dan penggeraknya datang dari sektor-sektor yang sebelumnya kurang bersinar, seperti material dan industri, yang kini mulai mengejar ketertinggalan.

Laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS memang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Desember melambat lebih dari perkiraan. Namun begitu, tingkat pengangguran justru turun ke 4,4 persen. Data campuran ini rupanya tak cukup untuk mengubah ekspektasi pelaku pasar soal potensi pemotongan suku bunga The Fed tahun ini. Pasar tenaga kerja dinilai belum benar-benar lembek.

Di lantai bursal, saham chip jadi bintang. Indeks semikonduktor PHLX melonjak 2,7 persen ke level tertinggi sepanjang masa! Saham Lam Research bahkan terbang 8,7 persen ke USD 218,36 setelah Mizuho menaikkan target harganya. Broadcom, Alphabet, dan Tesla juga memberi kontribusi signifikan, mendorong S&P 500 dan Nasdaq lebih tinggi. Ada juga Vistra yang meledak 10,5 persen usai dikabarkan Meta Platforms akan membeli listrik dari pembangkit nuklir miliknya.

Menurut Zachary Hill dari Horizon Investments, ada pergeseran pola pikir investor terkait tema besar AI.

“Dalam tema besar kecerdasan buatan, investor mulai lebih selektif. Mereka memilah pemenang dan pecundang, baik dari sub-tema maupun emiten tertentu,” ujarnya.

“Kami memandang ini sebagai perkembangan positif. Artinya, pasar semakin mendekati fase monetisasi, di mana investor mulai bisa melihat peningkatan pendapatan nyata dari teknologi revolusioner ini,” lanjut Hill.

Berita lain yang menggembirakan datang dari Intel. Sahamnya melesat hampir 11 persen. Pemicunya? Presiden Donald Trump menyebut telah menggelar pertemuan yang “sangat baik” dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan.

Secara keseluruhan, sembilan dari sebelas sektor di S&P 500 ditutup menguat. Sektor material memimpin dengan kenaikan 1,8 persen, diikuti utilitas yang naik 1,24 persen. Untuk pekan ini, kinerja ketiga indeks juga solid: S&P 500 naik 1,6 persen, Nasdaq 1,9 persen, dan Dow Jones bertambah 2,3 persen.

Meski begitu, jangan dulu berpesta. Valuasi saham di Wall Street masih terbilang tinggi, apalagi jelang musim laporan kuartal IV. S&P 500 saat ini diperdagangkan sekitar 22 kali proyeksi laba. Angka itu turun dari November yang 23 kali, tapi tetap di atas rata-rata lima tahunnya yang 19 kali. Ada sedikit pergeseran minat yang patut dicatat: sepanjang 2026, indeks S&P 500 value telah naik sekitar 2 persen, mengalahkan kenaikan 1 persen pada indeks growth. Ini sinyal bahwa uang mulai mengalir ke saham-saham yang sebelumnya tertinggal.

Di sisi lain, ada ketidakpastian dari Mahkamah Agung AS. Mereka memutuskan untuk tidak mengeluarkan putusan di hari Jumat terkait legalitas kebijakan tarif besar-besaran era Trump. Keputusan ini tentu membuat banyak investor yang menanti kejelasan harus terus menahan napas. Volatilitas diprediksi bakal meningkat jika nantinya pengadilan membatalkan kebijakan tersebut.

Sementara itu, sektor perumahan dapat angin segar. Saham perusahaan KPR seperti LoanDepot (melonjak 19,3%), Rocket Companies (naik 9,6%), dan Opendoor (menguat 13,1%) bergerak positif. Ini terjadi sehari setelah Trump berjanji memerintahkan pembelian obligasi KPR senilai USD 200 miliar untuk menekan biaya perumahan. Indeks Perumahan Philadelphia pun ikut naik 5,7 persen.

Tidak semua berita baik. General Motors justru terpuruk, sahamnya anjlok lebih dari 2 persen. Penyebabnya, perusahaan mengumumkan akan membukukan beban besar USD 6 miliar terkait pelepasan sebagian investasinya di kendaraan listrik.

Secara luas, pasar masih didominasi penguatan. Di S&P 500, jumlah saham yang naik mengalahkan yang turun dengan rasio 1,3 banding 1. Ada 48 saham yang cetak rekor tertinggi baru, dan hanya 6 yang terjun ke terendah baru. Nasdaq lebih ekstrem: 140 saham tertinggi baru berbanding 62 terendah baru. Volume perdagangan juga tinggi, mencapai 17,0 miliar saham, melampaui rata-rata 20 hari sebelumnya yang 16,4 miliar. Pekan yang cukup sibuk dan berwarna bagi Wall Street.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar