Wall Street menutup pekan dengan catatan hijau yang cukup meyakinkan. Pada Jumat (9/1), sentimen pasar tetap hangat meski ada laporan ketenagakerjaan yang agak mengecewakan. Indeks S&P 500 sendiri terus merangkak, mendekati rekor penutupan tertingginya sepanjang masa. Penguatan ini tak lepas dari aksi beli di saham-saham semikonduktor, dengan Broadcom jadi salah satu penggerak utama.
Angkanya? S&P 500 naik 0,65 persen ke 6.966,28 poin. Nasdaq lebih perkasa lagi, melonjak 0,82 persen ke 23.671,35. Sementara Dow Jones bertambah 0,48 persen, berada di 49.504,07 poin. Yang menarik, ini bukan sekadar kenaikan harian. Selama pekan perdagangan penuh pertama di 2026, ketiga indeks utama itu melesat tajam. Dan penggeraknya datang dari sektor-sektor yang sebelumnya kurang bersinar, seperti material dan industri, yang kini mulai mengejar ketertinggalan.
Laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS memang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Desember melambat lebih dari perkiraan. Namun begitu, tingkat pengangguran justru turun ke 4,4 persen. Data campuran ini rupanya tak cukup untuk mengubah ekspektasi pelaku pasar soal potensi pemotongan suku bunga The Fed tahun ini. Pasar tenaga kerja dinilai belum benar-benar lembek.
Di lantai bursal, saham chip jadi bintang. Indeks semikonduktor PHLX melonjak 2,7 persen ke level tertinggi sepanjang masa! Saham Lam Research bahkan terbang 8,7 persen ke USD 218,36 setelah Mizuho menaikkan target harganya. Broadcom, Alphabet, dan Tesla juga memberi kontribusi signifikan, mendorong S&P 500 dan Nasdaq lebih tinggi. Ada juga Vistra yang meledak 10,5 persen usai dikabarkan Meta Platforms akan membeli listrik dari pembangkit nuklir miliknya.
Menurut Zachary Hill dari Horizon Investments, ada pergeseran pola pikir investor terkait tema besar AI.
“Dalam tema besar kecerdasan buatan, investor mulai lebih selektif. Mereka memilah pemenang dan pecundang, baik dari sub-tema maupun emiten tertentu,” ujarnya.
“Kami memandang ini sebagai perkembangan positif. Artinya, pasar semakin mendekati fase monetisasi, di mana investor mulai bisa melihat peningkatan pendapatan nyata dari teknologi revolusioner ini,” lanjut Hill.
Artikel Terkait
Iran Bergejolak, Harga Minyak Merangkak Naik
Wall Street di Ambang Badai: Laporan Keuangan, Inflasi, dan Gejolak Geopolitik Mengintai
Irak Potong Harga Minyak ke Asia di Tengah Gejolak Pasar Global
IHSG Terganjal di Level 8.970, Koreksi Sehat Mengintai