Berita lain yang menggembirakan datang dari Intel. Sahamnya melesat hampir 11 persen. Pemicunya? Presiden Donald Trump menyebut telah menggelar pertemuan yang “sangat baik” dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan.
Secara keseluruhan, sembilan dari sebelas sektor di S&P 500 ditutup menguat. Sektor material memimpin dengan kenaikan 1,8 persen, diikuti utilitas yang naik 1,24 persen. Untuk pekan ini, kinerja ketiga indeks juga solid: S&P 500 naik 1,6 persen, Nasdaq 1,9 persen, dan Dow Jones bertambah 2,3 persen.
Meski begitu, jangan dulu berpesta. Valuasi saham di Wall Street masih terbilang tinggi, apalagi jelang musim laporan kuartal IV. S&P 500 saat ini diperdagangkan sekitar 22 kali proyeksi laba. Angka itu turun dari November yang 23 kali, tapi tetap di atas rata-rata lima tahunnya yang 19 kali. Ada sedikit pergeseran minat yang patut dicatat: sepanjang 2026, indeks S&P 500 value telah naik sekitar 2 persen, mengalahkan kenaikan 1 persen pada indeks growth. Ini sinyal bahwa uang mulai mengalir ke saham-saham yang sebelumnya tertinggal.
Di sisi lain, ada ketidakpastian dari Mahkamah Agung AS. Mereka memutuskan untuk tidak mengeluarkan putusan di hari Jumat terkait legalitas kebijakan tarif besar-besaran era Trump. Keputusan ini tentu membuat banyak investor yang menanti kejelasan harus terus menahan napas. Volatilitas diprediksi bakal meningkat jika nantinya pengadilan membatalkan kebijakan tersebut.
Sementara itu, sektor perumahan dapat angin segar. Saham perusahaan KPR seperti LoanDepot (melonjak 19,3%), Rocket Companies (naik 9,6%), dan Opendoor (menguat 13,1%) bergerak positif. Ini terjadi sehari setelah Trump berjanji memerintahkan pembelian obligasi KPR senilai USD 200 miliar untuk menekan biaya perumahan. Indeks Perumahan Philadelphia pun ikut naik 5,7 persen.
Tidak semua berita baik. General Motors justru terpuruk, sahamnya anjlok lebih dari 2 persen. Penyebabnya, perusahaan mengumumkan akan membukukan beban besar USD 6 miliar terkait pelepasan sebagian investasinya di kendaraan listrik.
Secara luas, pasar masih didominasi penguatan. Di S&P 500, jumlah saham yang naik mengalahkan yang turun dengan rasio 1,3 banding 1. Ada 48 saham yang cetak rekor tertinggi baru, dan hanya 6 yang terjun ke terendah baru. Nasdaq lebih ekstrem: 140 saham tertinggi baru berbanding 62 terendah baru. Volume perdagangan juga tinggi, mencapai 17,0 miliar saham, melampaui rata-rata 20 hari sebelumnya yang 16,4 miliar. Pekan yang cukup sibuk dan berwarna bagi Wall Street.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Menguat 55 Poin, Sektor Bahan Baku Pacu Optimisme
Analis Ungkap Enam Kode Saham yang Siap Melonjak di Tengah Peluang IHSG Menguat
Emas Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram, Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Harga Emas Antam Melonjak Rp 29.000, Pajak Pembelian Dihapus