Dalam rapat kabinetnya minggu ini, Benjamin Netanyahu menyoroti situasi di Iran. Perdana Menteri Israel itu berharap bangsa Iran bisa segera terbebas dari apa yang disebutnya "belenggu tirani". Menariknya, dia melihat peluang kerja sama antara kedua negara yang sudah lama bermusuhan itu di masa depan.
“Kita semua berharap bangsa Persia segera terbebas dari belenggu tirani,” ujar Netanyahu, berdasarkan video yang dirilis kantornya.
“Dan ketika hari itu tiba, Israel dan Iran akan kembali menjadi mitra setia dalam membangun masa depan yang sejahtera dan damai bagi kedua bangsa.”
Tak cuma itu, dia juga memberi pujian. Netanyahu menyebut dunia terpesona oleh keberanian luar biasa yang ditunjukkan warga Iran dalam unjuk rasa yang terjadi belakangan ini. Israel, menurutnya, terus memantau perkembangan di sana dengan cermat.
Nada serupa sebenarnya sudah lebih dulu muncul. Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar sudah menyuarakan dukungannya.
“Kami mendukung perjuangan rakyat Iran untuk kebebasan dan mendoakan keberhasilan mereka,” kata Saar dalam sebuah wawancara.
“Kami yakin mereka layak mendapatkan kebebasan… Kami tidak memiliki permusuhan dengan rakyat Iran,” lanjutnya.
Masalahnya, jelas dia, adalah dengan pemerintahannya. Saar menuduh rezim di Teheran sebagai pengekspor ekstremisme, dan itulah sumber "masalah besar" yang dirasakan Israel.
Pernyataan Netanyahu ini sendiri muncul di tengah ketegangan yang makin memanas. Sebelumnya, seorang pejabat Iran sudah melepas peringatan keras: mereka akan menyerang target militer dan pelayaran AS jika Amerika Serikat berani menyerang Iran terlebih dahulu. Suasana memang sedang tidak tenang.
Artikel Terkait
Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Remaja 17 Tahun Ditahan Usai Bawa Kabur Pelajar Perempuan Selama Tiga Bulan
Nottingham Forest Kandaskan Porto, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Aston Villa Hancurkan Bologna 4-0, Lolos ke Semifinal Liga Europa