Aurelie Moeremans Bongkar Luka Masa Lalu: Pernikahan Palsu dan Cengkeraman Grooming

- Senin, 12 Januari 2026 | 06:15 WIB
Aurelie Moeremans Bongkar Luka Masa Lalu: Pernikahan Palsu dan Cengkeraman Grooming

Kisah masa lalu Aurelie Moeremans akhirnya terbuka. Lewat sebuah memoar berjudul Broken String, artis itu membongkar pengalamannya menjadi korban child grooming saat masih belia, tepatnya di usia 15 tahun.

Buku setebal 24 bab itu menceritakan tahap demi tahap kehidupannya kala itu. Semua berawal dari pertemuannya dengan seorang pria yang dalam buku disamarkan namanya menjadi Bobby. Usia Aurelie baru 15, sementara Bobby sudah menginjak kepala tiga.

Hubungan itu berlanjut ke arah yang makin gelap. Puncaknya, Aurelie mengaku dipaksa menandatangani dokumen pernikahan dan mendapat ancaman serius saat menginjak usia 18 tahun.

Selama 15 bulan dalam ikatan yang disebutnya sebagai "pernikahan" itu, hidupnya bagai neraka. Kekerasan fisik dan mental ia terima hampir setiap hari. Tak cuma itu, ia juga diperlakukan bak asisten rumah tangga pribadi.

Mencuci baju, membereskan rumah, sampai menyiapkan kopi untuk Bobby semua harus ia lakukan di bawah tekanan emosional yang tak henti. Syukurlah, ia akhirnya berhasil keluar dari cengkeraman pria tersebut.

Kini, setelah berani bercerita, dukungan mengalir deras. Banyak yang penasaran, apa reaksi suaminya sekarang, Tyler Bigenho, mendengar semua ini?

Di akun Instagram @aurelie, Aurelie mengunggah sebuah video percakapannya dengan ChatGPT. Ia bertanya tentang makna surat pembatalan nikah dan izin menikah kembali dari gereja.

"Itu artinya Gereja sudah mengakui bahwa pernikahan yang dulu memang nggak pernah sah sejak awal,"

"Di Katolik itu kan nggak ada yang namanya perceraian, tapi kalau misalnya pernikahan nggak pernah sah dari awal, ada yang namanya 'annulment'. Di Katolik kan nggak bisa menikah dua kali. Jadi kalau kamu dapat izin baru, artinya pernikahan lama itu memang, nggak pernah sah," jelas ChatGPT.

Aurelie lalu bertanya lagi, bagaimana jika ada orang yang masih menggunakan surat tidak berlaku itu sebagai bukti.

"Itu artinya dia menggunakan informasi yang tidak sah dan menyesatkan. Kalau dia memakai surat yang sudah jelas tidak berlaku, itu bisa dianggap sebagai bentuk fitnah atau penyebaran klaim palsu. Intinya dia mencoba membuktikan sesuatu yang sebenarnya enggak pernah sah di mata gereja," timpal AI tersebut.

Netizen pun ramai memberi dukungan. Salah satunya bertanya langsung, "Kak, gimana tanggepan paksu pas tau dan baca kisah kamu dulu yg bener2 menguras emosi itu?"

Menanggapi hal itu, Aurelie mengungkapkan respons sang suami. Tyler merasa bangga sekaligus geram.

"Dia bangga dengan aku dan pastinya gak terima dulu aku pernah diperlakukan seperti itu," tulis Aurelie.

Di akhir unggahan, ia sedikit memberi konteks. Niatnya menulis buku itu sederhana: berbagi cerita tanpa menyebut nama atau menyerang siapapun.

"Lucunya, ada yang merasa, lalu malah ganggu aku lagi. Padahal caranya... justru berisiko buat dirinya sendiri."

"Selama ini aku memilih diam. Tapi diam itu pilihan, bukan kewajiban. Dan setiap pilihan punya batas," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar