Nah, di sisi lain, Prabowo juga mengingatkan tentang sisi sebaliknya. Ia menegaskan bahwa kelemahan seorang atlet bisa saja menggambarkan lemahnya sebuah negara. Beruntung, hal itu sama sekali tidak ditunjukkan oleh kontingen Indonesia di Thailand. Justru sebaliknya.
"Kalau olahragawannya lemah, olahragawannya kalahan, itu menggambarkan bahwa bangsa kita lemah dan bangsa kita kalahan. Demikian pentingnya para olahragawan yang dipilih mewakili bangsa itu. Karena itu, saya sangat terima kasih sama Saudara-saudara, dan saya sangat bangga dengan Saudara-saudara," ucapnya, disambut tepuk tangan riuh.
Kebanggaan itu punya alasan yang kuat. Bagaimana tidak? Indonesia sukses menduduki posisi runner up dengan torehan fantastis: 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.
Beberapa cabang olahraga bahkan tampil begitu dominan dan menjadi juara umum. Sebut saja bulu tangkis, panahan, pencak silat, dan wushu. Mereka adalah pilar-pilar penyumbang medali.
Yang bikin ceritanya makin seru, ada juga cabang olahraga yang berhasil mencetak sejarah. Futsal putra, equestrian, hingga hoki es putra berhasil meraih emas untuk pertama kalinya. Sungguh sebuah kejutan yang menyenangkan!
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16
Mentan Proyeksikan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting