Perusahaan emiten PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) baru saja merilis laporannya. Intinya, dana segar yang mereka dapatkan dari penawaran saham perdana alias IPO, hampir habis seluruhnya. Tepat per akhir Desember 2025, DIVA telah menggunakan dana sebesar Rp606,68 miliar.
Angka itu bukan main-main. Kalau dirinci, realisasinya mencapai sekitar 99% dari total dana bersih IPO yang mereka kantongi. Sebelumnya, dari hasil penawaran umum, perseroan mengumpulkan Rp632,14 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran sekitar Rp20 miliar, sisa dana bersih yang siap dipakai adalah Rp612,14 miliar. Nah, dari jumlah itulah mereka hampir menghabiskannya.
Lalu, kemana saja uang ratusan miliar itu dialirkan? Rinciannya cukup menarik. Porsi terbesar, yakni Rp392,13 miliar atau 64,06%, dipakai untuk menopang modal kerja perusahaan. Selanjutnya, untuk keperluan investasi, DIVA menggelontorkan dana sebesar Rp214,39 miliar. Itu setara dengan 35,02% dari total dana.
Di sisi lain, ada alokasi yang lebih spesifik untuk pengembangan sumber daya manusia. Jumlahnya Rp155,25 juta. Memang proporsinya kecil, cuma 0,03%, tapi setidaknya menunjukkan ada perhatian ke aspek itu.
Lantas, apakah masih ada sisa? Masih, tapi tak banyak. Sekitar Rp5,46 miliar dana tersisa kini disimpan dalam bentuk giro di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Rekening itu, menurut laporan, memperoleh suku bunga sebesar 0,50 persen.
Sebagai catatan, perjalanan DIVA di bursa saham sudah dimulai cukup lama. Mereka resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 November 2018. Kala itu, perseroan melepas sebanyak 214,285,700 saham dengan harga Rp2.950 per lembar. Dari penawaran perdana itulah, mereka meraup dana awal sebesar Rp632,14 miliar.
Kini, setelah lebih dari tujuh tahun berjalan, dana hasil IPO itu hampir terserap seluruhnya. Tinggal menunggu langkah strategis selanjutnya dari perusahaan.
Artikel Terkait
Metland Targetkan Marketing Sales Rp2 Triliun pada 2026
Hong Kong Salip Swiss sebagai Pusat Kekayaan Lintas Batas Terbesar Dunia
Metland Bagikan Dividen Rp74,2 Miliar dari Laba 2025, Setara Rp9,7 per Saham
PT Daaz Bara Lestari Nilai Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Berdampak Material pada Kinerja