Lantas, apakah masih ada sisa? Masih, tapi tak banyak. Sekitar Rp5,46 miliar dana tersisa kini disimpan dalam bentuk giro di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Rekening itu, menurut laporan, memperoleh suku bunga sebesar 0,50 persen.
Sebagai catatan, perjalanan DIVA di bursa saham sudah dimulai cukup lama. Mereka resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 November 2018. Kala itu, perseroan melepas sebanyak 214,285,700 saham dengan harga Rp2.950 per lembar. Dari penawaran perdana itulah, mereka meraup dana awal sebesar Rp632,14 miliar.
Kini, setelah lebih dari tujuh tahun berjalan, dana hasil IPO itu hampir terserap seluruhnya. Tinggal menunggu langkah strategis selanjutnya dari perusahaan.
Artikel Terkait
EMAS Kirim Perdana Dore Emas ke Antam, Sinyal Kesiapan Produksi Komersial
Angka Kecelakaan Kerja Indonesia Capai 300.000 Kasus pada 2024
Pembangunan Pabrik Baru SCNP di Bogor Capai 70 Persen
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%