Lantas, apakah masih ada sisa? Masih, tapi tak banyak. Sekitar Rp5,46 miliar dana tersisa kini disimpan dalam bentuk giro di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Rekening itu, menurut laporan, memperoleh suku bunga sebesar 0,50 persen.
Sebagai catatan, perjalanan DIVA di bursa saham sudah dimulai cukup lama. Mereka resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 November 2018. Kala itu, perseroan melepas sebanyak 214,285,700 saham dengan harga Rp2.950 per lembar. Dari penawaran perdana itulah, mereka meraup dana awal sebesar Rp632,14 miliar.
Kini, setelah lebih dari tujuh tahun berjalan, dana hasil IPO itu hampir terserap seluruhnya. Tinggal menunggu langkah strategis selanjutnya dari perusahaan.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Merah, Dihantui Ketegangan Iran dan Inflasi yang Membandel
RGAS Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Material Konstruksi pada 2026
Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Putin atas Dukungan Masuknya Indonesia ke BRICS
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026