Menurutnya, KN bisa naik pesawat karena memang membeli tiket secara resmi. Obsesinya yang besar, ditambah rasa malu setelah tertipu, diduga menjadi pemicu aksi nekatnya ini.
Di sisi lain, Agung juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati.
"Kepada masyarakat apabila ingin menjadi pramugari agar mendaftar sesuai prosedur yang berlaku di maskapai. Jangan melalui seseorang yang menjanjikan bisa meloloskan seleksi, yang pada akhirnya tidak sesuai faktanya," tegasnya.
KN sendiri akhirnya menyadari kesalahannya. Dia menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus ini. Unsur pidana atau tidaknya masih ditelusuri, mengingat Batik Air sebagai pihak maskapai tidak membuat laporan resmi. Mereka hanya menyerahkan KN untuk diperiksa. Kasus ini pun masih terus berlanjut.
Artikel Terkait
Akreditasi Tinggi, Layanan Sepi: Ilusi Mutu Perpustakaan yang Tersandera Angka
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai