Kantor Wali Kota Tangerang Selatan kemarin sore tak biasa. Alih-alih hiruk-pikuk urusan administrasi, halamannya justru "dibanjiri" tumpukan sampah. Aksi protes itu datang dari puluhan mahasiswa yang geram melihat polemik sampah di kota itu berlarut-larut.
Menanggapi hal itu, Pemkot Tangsel akhirnya angkat bicara. Lewat Kepala Diskominfo TB Asep Nurdin, pemerintah kota berjanji akan segera berbenah. Mereka mengaku menangkap betul keresahan yang disuarakan para mahasiswa.
Menurutnya, pengangkutan sampah sebenarnya sudah dilakukan bertahap di semua wilayah. Armada tambahan dikerahkan, berbagai langkah percepatan juga diupayakan. Namun begitu, ada kendala teknis yang mereka hadapi.
Rencana ke depannya, Pemkot tak hanya fokus pada solusi instan. Mereka berjanji memperkuat sistem dari hulu ke hilir. Mulai dari mengoptimalkan armada, sarana prasarana, hingga mendorong partisipasi warga. Ruang komunikasi dengan masyarakat pun dibuka lebar-lebar untuk cari solusi bersama.
Di sisi lain, untuk jangka panjang, ada wacana yang cukup ambisius. Pihaknya menyebut sedang mengembangkan proyek waste to energy, mengubah sampah menjadi sumber listrik. Mereka juga terbuka untuk kerja sama dengan daerah lain atau pihak swasta sebagai solusi jangka menengah.
Artikel Terkait
Damkar Bogor Berjuang dengan Lima Unit Rescue untuk 40 Kecamatan
Kemnaker Ingatkan Publik: Waspada Hoaks Pendaftaran BSU 2026
Salah Setel Google Maps, Motor Nyasar ke Jalan Tol Soetta
Tiga Taman Jakarta Selatan Menyatu, Siapkan Jalur Lari Baru