Sampah Menumpuk di Balik Meja Wali Kota, Mahasiswa Geruduk Balai Kota Tangsel

- Kamis, 08 Januari 2026 | 23:50 WIB
Sampah Menumpuk di Balik Meja Wali Kota, Mahasiswa Geruduk Balai Kota Tangsel

Kantor Wali Kota Tangerang Selatan kemarin sore tak biasa. Alih-alih hiruk-pikuk urusan administrasi, halamannya justru "dibanjiri" tumpukan sampah. Aksi protes itu datang dari puluhan mahasiswa yang geram melihat polemik sampah di kota itu berlarut-larut.

Menanggapi hal itu, Pemkot Tangsel akhirnya angkat bicara. Lewat Kepala Diskominfo TB Asep Nurdin, pemerintah kota berjanji akan segera berbenah. Mereka mengaku menangkap betul keresahan yang disuarakan para mahasiswa.

"Kami memahami keresahan dan aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa terkait persoalan persampahan di Kota Tangerang Selatan. Aspirasi tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan," kata Asep Nurdin, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, pengangkutan sampah sebenarnya sudah dilakukan bertahap di semua wilayah. Armada tambahan dikerahkan, berbagai langkah percepatan juga diupayakan. Namun begitu, ada kendala teknis yang mereka hadapi.

"Dengan adanya kondisi TPA Cipeucang yang saat ini sedang dalam proses pekerjaan penataan, maka pengelolaan dan distribusi pengangkutan sampah dilakukan secara terukur dan bertahap. Proses pengangkutan tetap berjalan setiap hari dan terus dievaluasi agar lebih cepat dan efektif," jelasnya.

Rencana ke depannya, Pemkot tak hanya fokus pada solusi instan. Mereka berjanji memperkuat sistem dari hulu ke hilir. Mulai dari mengoptimalkan armada, sarana prasarana, hingga mendorong partisipasi warga. Ruang komunikasi dengan masyarakat pun dibuka lebar-lebar untuk cari solusi bersama.

Di sisi lain, untuk jangka panjang, ada wacana yang cukup ambisius. Pihaknya menyebut sedang mengembangkan proyek waste to energy, mengubah sampah menjadi sumber listrik. Mereka juga terbuka untuk kerja sama dengan daerah lain atau pihak swasta sebagai solusi jangka menengah.

Lantas, bagaimana aksi mahasiswa itu berlangsung?

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menyebut aksi dilakukan oleh massa dari BEM UMJ. Sekitar 30 orang turun ke jalan. Mereka bukan cuma berorasi. Aksi mereka cukup dramatis: menurunkan dan menumpahkan sampah dari dua truk tepat di samping kantor wali kota.

"Massa aksi unjuk rasa dari BEM UMJ melakukan aksi penurunan sampah dari 2 truk yang mengangkut sampah dan melakukan orasi di samping Kantor Wali Kota Tangerang Selatan," ujar Bambang.

Aksi berlangsung sekitar satu jam lebih, dari pukul empat sore hingga lewat pukul lima. Setelah massa bubar, petugas kebersihan langsung membersihkan lokasi. Situasi kini dilaporkan sudah kondusif kembali.

Kini, semua mata tertuju pada janji perbaikan Pemkot. Warga menunggu tindak lanjut nyata, bukan sekadar pernyataan. Soal sampah ini memang selalu rumit, tapi tekanan dari mahasiswa kemarin mungkin bisa jadi momentum untuk perubahan yang lebih serius.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar