Gus Ipul Buka Pintu Lebar untuk Koreksi Data Bansos

- Jumat, 09 Januari 2026 | 18:54 WIB
Gus Ipul Buka Pintu Lebar untuk Koreksi Data Bansos

Di Kantor Kementerian Sosial Jakarta, usai acara Doa Awal Tahun, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul berbicara panjang lebar. Intinya, soal data. Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) jadi fokus utama. Menurutnya, ini kunci agar bantuan sosial (Bansos) benar-benar sampai ke yang berhak.

“Ada tiga mandat khusus presiden kepada Kementerian Sosial. Yang pertama adalah pemutakhiran DTSEN, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional,” ujar Gus Ipul, Jumat (9/1).

“Pemutakhiran ini sangat strategis karena data itu menentukan penyaluran Bansos yang dilakukan oleh Kementerian Sosial.”

Nah, mandat itu datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Jadi, tekanannya memang luar biasa. Tanpa data yang akurat, program bantuan pemerintah bisa melenceng. Itu yang coba dihindari.

Lalu, bagaimana caranya memperbaiki data yang sudah ada? Gus Ipul bilang, partisipasi masyarakat adalah kuncinya. Caranya beragam, mulai dari jalur paling formal seperti usulan RT/RW dan operator desa lewat aplikasi SIKS-NG, sampai saluran koreksi yang lebih fleksibel. Ada aplikasi Cek Bansos, atau bagi yang kurang melek teknologi, bisa menghubungi Komensenter di nomor 021-171 yang buka 24 jam.

“Sekali lagi kami mengajak masyarakat untuk ikut bersama-sama membuat data kita makin akurat,” ajaknya.

“Banyak saluran-salurannya, pertama tentu saluran formal dan jalur masyarakat, saya ingin mengundang betul masyarakat yang punya usulan ingin mengoreksi, pertama-tama lewat jalur aplikasi namanya Cek Bansos. Kalau tidak biasa menggunakan aplikasi, silakan menghubungi command center Kemensos.”

Poin pentingnya di sini: pemerintah membuka diri. Bahkan, Gus Ipul menegaskan mereka justru membuka ruang seluas-luasnya untuk koreksi dari masyarakat. Tidak ada niat untuk menutup-nutupi data yang ternyata salah di lapangan.


Halaman:

Komentar