“Saya ingin tegaskan pemerintah tidak akan menutup diri, apalagi menutup-nutupi data yang memang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,” tegasnya.
Upaya perbaikan ini bukan wacana. Sepanjang 2025, Kemensos sudah melakukan langkah konkret. Mereka berhasil mengalihkan sekitar 3 juta data bantuan kepada penerima yang lebih memenuhi syarat. Tak hanya itu, lebih dari 11 juta penerima manfaat PBI Jaminan Kesehatan juga sudah disesuaikan.
“Kita juga mengalihkan 11 juta lebih penerima manfaat PBI diserahkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria,” jelas Gus Ipul.
Di sisi lain, upaya digitalisasi juga digenjot. Tujuannya jelas: transparansi dan meminimalisir celah penyimpangan. Bayangkan, jika sistemnya sudah mapan, proses dari pengumpulan data hingga penyaluran bansos akan berjalan otomatis. Kontak fisik antar orang bisa dikurangi.
“Ke depan kalau sistemnya makin mapan, maka nanti proses pengumpulan data dan penyaluran Bansos itu sepenuhnya akan menggunakan teknologi. Dengan begitu menghindari orang ketemu orang,” ujarnya.
Memang, semuanya belum sempurna. Gus Ipul mengakui hal itu. Tapi harapannya, dengan konsistensi, kualitas data akan terus terangkat. Penyaluran bantuan pun diharapkan makin tepat sasaran, tidak ada lagi yang terlewat atau justru menerima padahal tidak berhak.
“Tentu semuanya belum sempurna, tapi kalau ini kita lakukan secara konsisten dan terus menerus Insyaallah kita akan mendapatkan data yang lebih akurat,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Jalan Haji Nawi Satu Arah Hingga 2026, Warga Berbagi Cerita Soal Macet dan Harapan
JPO Sarinah Segera Beroperasi, Integrasi Modern untuk Pejalan Kaki dan Difabel
Pandji Tolak Tawaran Istana, Sarankan Nonton Mens Rea Saja
Rismon Sianipar Tantang Jokowi: Ancaman Nyawa Pun Saya Hadapi Demi Keilmiahan