Doktif Beri Ultimatum: Richard Lee Diminta Bertobat dan Bayar Pajak Rolls-Royce

- Jumat, 09 Januari 2026 | 18:45 WIB
Doktif Beri Ultimatum: Richard Lee Diminta Bertobat dan Bayar Pajak Rolls-Royce

Richard Lee resmi jadi tersangka. Doktif, lewat laporannya, kini yakin dokter itu bakal mendekam di penjara. Tak cuma itu, ia juga menyentil soal pertobatan hingga kabar bahwa mobil mewah Richard ternyata pajaknya belum dibayar.

Kasus ini berawal dari laporan Doktif, atau Samira Farahnaz, awal Desember lalu. Laporannya yang teregister dengan nomor LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya itu akhirnya membuahkan hasil. Polda Metro Jaya menetapkan Richard Lee sebagai tersangka pada pertengahan Desember 2025.

Kombes Pol Reonald Simanjuntak dari Polda Metro Jaya membenarkan hal ini.

"Kami sampaikan penetapan tersangka itu dilakukan pada 15 Desember 2025 pada saudara RL," ujarnya.

Setelah penetapan itu, jalan ceritanya berlanjut. Panggilan pertama pada 23 Desember tak diindahkan. Barulah pada Rabu, 7 Januari 2026, Richard Lee muncul di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Ia terlihat buru-buru. Berkemeja putih, ia langsung masuk tanpa memberikan sepatah kata pun pada awak media yang menunggu.

Bagi Doktif, langkah hukum ini adalah kemajuan yang signifikan. Ia dengan tegas menyatakan keyakinannya bahwa Richard Lee akan dipenjara. Apalagi, ancaman hukumannya tak main-main: hingga 12 tahun penjara.

Wanita bernama asli Samira Farahnaz ini punya pesan khusus untuk Richard Lee. Intinya: bertobat.

"Yang ingin disampaikan kepada DRL bertaubat," kata Doktif.

"Jangan berikan drama-drama itu lagi pada masyarakat. Tujuan Doktif cuma satu. Kembalikan uang untuk produk 'tomat busuk' DNS Salmon yang pernah kamu ambil dari mereka."

Ia menegaskan, korban dalam kasus ini bukan cuma dirinya sendiri.

"Ya, korbannya bukan cuman Doktif. Masih banyak konsumen di belakang saya yang juga melaporkan," tambahnya.

Lebih jauh, Doktif mendesak Richard Lee untuk mengembalikan hak-hak konsumen yang sudah mempercayai produknya. Banyak dari mereka, menurutnya, adalah orang awam yang mudah tertipu.

"Jadi jangan kira kamu akan lepas kali ini. 12 tahun plus 5. Bertobatlah. Kembalikan hak mereka," sambungnya dengan nada tegas.

"Jangan gunakan profesi yang mulia ini cuma untuk mengeruk uang dari masyarakat yang awam dan percaya padamu."

Harapannya tak berhenti di penjara. Doktif juga mendesak agar gelar Ph.D yang disandang Richard Lee dicabut. Dan, ada satu lagi hal yang ia singgung: mobil mewah.

"Yang kedua, cabut gelar Ph.D palsu kamu. Jangan pernah lagi meletakkan gelar itu di belakang namamu."

"Yang ketiga, bayar pajak mobil Rolls-Royce kamu yang katanya sudah ditelantarkan bertahun-tahun."

"Jadilah orang yang bertanggung jawab. Jangan cuma pamer Rolls-Royce, tapi pajaknya saja tidak dibayar," jelas Doktif menutup pernyataannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar