Rencana pemerintah untuk membuka kembali lelang wilayah kerja panas bumi (WKP) akhirnya dapat titik terang. Targetnya, proses lelang akan digelar pada Januari mendatang. Beberapa proyek yang sebelumnya sepi peminat pun akan kembali ditawarkan, termasuk yang sempat tertunda dari tahun lalu.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi. Menurutnya, langkah ini penting untuk mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT), sesuai dengan peta jalan yang ada di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
“Terus, karena tahun lalu harusnya akhir tahun bisa tiga (lelang yang diumumkan), tetapi dokumennya kan banyak ini, ternyata harus mundur ke Januari lah,” ujar Eniya kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (9/1).
Ia menyebut beberapa wilayah yang akan dilelang. Di antaranya WKP Songgoriti yang dulu kurang menarik investor, lalu WKP Ungaran yang penugasannya sudah dicabut dari PLN, serta WKP Telaga Ranau.
Tak cuma itu. Ada juga satu proyek dengan skema Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) yang bakal dibuka kembali. Proyek ini sebelumnya mandek karena kurang mendapat respons dari pelaku usaha.
“Terus PSPE lagi. PSPE ada kemarin yang belum naik juga. Ada yang enggak diminati gitu, nanti kita buka lagi kayak gitu lah,” sebut Eniya.
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah. Seluruh proses lelang nanti akan berjalan transparan, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil meyakini, reformasi regulasi di sektor panas bumi yang telah dilakukan akan memberi kepastian hukum. Harapannya, investasi bisa lebih cepat masuk. Dari paparan yang ditunjukkan, setidaknya ada 3 WKP dan 7 lokasi PSPE yang siap dijajakan ke investor.
Daftar Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP)
1. Telaga Ranau, Maluku Utara – kapasitas 40 MW
2. Songgoriti, Jawa Timur – kapasitas 40 MW
3. Danau Ranau Lampung, Sumatera Selatan – kapasitas 40 MW
Daftar Lokasi PSPE
1. Bandar Barusepa, Maluku (25-40 MW)
2. Jenawi, Jawa Tengah (86 MW, tahap awal ~55 MW)
3. Gunung Tampomas, Jawa Barat (30 MW)
4. Kadida, Sulawesi Tengah (40 MW)
5. Cubudak-Panti, Sumatera Barat (40 MW)
6. Cisurupan Kertasari, Jawa Barat (20 MW)
7. Tuang, Sulawesi Selatan (20 MW)
Jadi, inilah daftarnya. Sekarang tinggal menunggu respons dari pasar. Apakah kali ini akan berbeda?
Artikel Terkait
Pendapatan Non-Tambang PT Dian Swastatika Sentosa Naik Jadi 7,6 Persen, Didorong Bisnis Digital dan Teknologi
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
IPCM Alokasikan Rp74 Miliar untuk Pengadaan Kapal Baru pada 2026
PGUN Kejar Target Free Float 12,5 Persen pada 2027, Siapkan Skema Pelepasan Saham Bertahap