Analis Soroti Anomali: Kinerja BCA Gemilang, Harga Saham Justru Anjlok

- Minggu, 12 April 2026 | 20:50 WIB
Analis Soroti Anomali: Kinerja BCA Gemilang, Harga Saham Justru Anjlok

Kinerja keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di tahun 2025 lalu sebenarnya cukup gemilang. Bayangkan saja, pendapatan operasionalnya menembus angka Rp111,1 triliun. Itu artinya tumbuh 5,4% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersihnya pun tak kalah solid, mencapai Rp57,5 triliun dengan kenaikan hampir 5% year-on-year.

Tapi anehnya, pasar saham punya cerita lain. Sejak awal 2026, harga saham emiten perbankan raksasa ini justru terpuruk. Sampai tanggal 7 April kemarin, pelemahannya sudah nyaris 19%. Ini sejalan dengan tren IHSG yang juga lesu, terkoreksi lebih dari 15% sepanjang tahun berjalan.

Menurut pengamat pasar modal Rendy Yefta, aksi jual massal oleh investor asing menjadi penyebab utama. Tapi di balik kepanikan itu, justru tersembunyi peluang.

Rendy melihat ada anomali yang relatif langka di sini. Di satu sisi, laba BBCA mencetak rekor fantastis. Bahkan, angka labanya itu jauh lebih besar ketimbang total market cap puluhan bank menengah di bursa. Di sisi lain, harga sahamnya justru terjun bebas. Padahal, bank ini punya segalanya: dana murah (CASA) yang melimpah, efisiensi operasional terjaga, dan basis nasabah yang sangat loyal.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar