Tanjungpinang – Dua nelayan asal Karimun akhirnya bisa bernapas lega. Setelah sempat hanyut terbawa arus hingga ke perairan Malaysia, Supianto dan Zulkifli berhasil dievakuasi oleh tim gabungan Search and Rescue (SAR). Kisahnya berawal dari kerusakan mesin kapal yang mereka tumpangi.
Menurut Fazzli, Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, musibah itu terjadi Sabtu malam, 11 April 2026. Saat itu cuaca benar-benar tak bersahabat. Hujan deras mengguyur kawasan perairan Tokong Hiu di Karimun, dan mesin kapal nelayan itu memilih mogok di saat yang paling krusial.
“Akibatnya, kapal kehilangan kendali,” jelas Fazzli, Minggu (12/4/2026).
“Mereka terombang-ambing, terbawa arus kuat yang akhirnya membawa mereka jauh hingga masuk wilayah Malaysia.”
Perkiraannya, kapal itu terseret sejauh lebih dari 20 mil laut, sampai akhirnya berada dekat Kukup, Malaysia. Kabar pertama soal kedua nelayan yang hilang ini diterima tim SAR dari Polair Polres Karimun. Sumbernya adalah laporan Ketua Nelayan KUB Selayang Laut, Wito, yang dilaporkan pada hari Minggu.
Begitu laporan masuk, gerak tim pun cepat. Pos SAR Tanjung Balai Karimun langsung bergerak, mengkoordinasikan upaya penyelamatan dengan sejumlah pihak. Tak cuma instansi dalam negeri, mereka juga berhubungan dengan MRCC Johor di Malaysia.
Fazzli menekankan, koordinasi lintas negara ini krusial. “Kita butuh izin untuk masuk dan mengevakuasi korban yang sudah berada di wilayah mereka,” ujarnya.
Artikel Terkait
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang