Dua Nelayan Karimun yang Terseret Arus ke Malaysia Berhasil Dievakuasi Tim SAR

- Minggu, 12 April 2026 | 23:45 WIB
Dua Nelayan Karimun yang Terseret Arus ke Malaysia Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Tanjungpinang – Dua nelayan asal Karimun akhirnya bisa bernapas lega. Setelah sempat hanyut terbawa arus hingga ke perairan Malaysia, Supianto dan Zulkifli berhasil dievakuasi oleh tim gabungan Search and Rescue (SAR). Kisahnya berawal dari kerusakan mesin kapal yang mereka tumpangi.

Menurut Fazzli, Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, musibah itu terjadi Sabtu malam, 11 April 2026. Saat itu cuaca benar-benar tak bersahabat. Hujan deras mengguyur kawasan perairan Tokong Hiu di Karimun, dan mesin kapal nelayan itu memilih mogok di saat yang paling krusial.

“Akibatnya, kapal kehilangan kendali,” jelas Fazzli, Minggu (12/4/2026).

“Mereka terombang-ambing, terbawa arus kuat yang akhirnya membawa mereka jauh hingga masuk wilayah Malaysia.”

Perkiraannya, kapal itu terseret sejauh lebih dari 20 mil laut, sampai akhirnya berada dekat Kukup, Malaysia. Kabar pertama soal kedua nelayan yang hilang ini diterima tim SAR dari Polair Polres Karimun. Sumbernya adalah laporan Ketua Nelayan KUB Selayang Laut, Wito, yang dilaporkan pada hari Minggu.

Begitu laporan masuk, gerak tim pun cepat. Pos SAR Tanjung Balai Karimun langsung bergerak, mengkoordinasikan upaya penyelamatan dengan sejumlah pihak. Tak cuma instansi dalam negeri, mereka juga berhubungan dengan MRCC Johor di Malaysia.

Fazzli menekankan, koordinasi lintas negara ini krusial. “Kita butuh izin untuk masuk dan mengevakuasi korban yang sudah berada di wilayah mereka,” ujarnya.

Proses penyelamatan kemudian dimulai. Sekitar pukul lima sore WIB, sebuah speedboat milik Polair Karimun membawa tim penyelamat meluncur ke lokasi. Cuaca mungkin masih tak menentu, tapi semangat mereka jelas: harus membawa pulang warga negara sendiri.

Dan upaya itu membuahkan hasil. Pukul 18.53 WIB, tim berhasil menemukan kapal yang rusak beserta kedua nelayan di dalamnya. Evakuasi segera dilakukan.

“Semua berjalan lancar berkat komunikasi dan diplomasi yang baik di lapangan,” kata Fazzli, menggambarkan momen tim mereka merapat ke kapal nelayan.

Hampir pukul delapan malam, tepatnya 19.55 WIB, proses evakuasi dinyatakan selesai. Kedua nelayan kemudian dibawa pulang ke Indonesia. Mereka mendarat dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun hanya dua puluh menit kemudian.

“Kedua korban diserahkan kepada keluarga dalam kondisi stabil,” tutur Fazzli. Keluarga yang tentunya sudah diliputi kecemasan, akhirnya bisa bertemu kembali.

Setelah melakukan serah terima dan debriefing singkat sekitar pukul sembilan malam, operasi SAR pun secara resmi ditutup. Semua personel kembali ke satuan masing-masing. Misi penyelamatan dua nyawa itu berakhir dengan akhir yang membahagiakan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar