Soal perempuan yang tiba-tiba viral karena tampil bak pramugari Batik Air, maskapai itu akhirnya angkat bicara. Intinya jelas: perempuan berinisial N itu bukan dan tak pernah jadi karyawan mereka. Semua seragam dan aksesorinya didapat sendiri, bukan dari perusahaan.
“Yang bersangkutan tidak terdaftar dalam sistem kepegawaian Batik Air serta tidak memiliki kewenangan apa pun untuk bertindak atas nama perusahaan,”
Demikian penegasan Danang Mandala Prihantoro dari Corporate Communications Strategic Batik Air, Kamis (8/1).
Menurutnya, N sebenarnya cuma penumpang biasa pada penerbangan Palembang-Jakarta. Dia punya boarding pass sah, tapi penampilannya persis seperti awak kabin. Lalu, bagaimana bisa ketahuan?
Kru resmi Batik Air yang sedang bertugas merasa ada yang tak beres. Saat layanan dalam penerbangan berlangsung, mereka curiga. Setelah pesawat mendarat dengan selamat, kru langsung melaporkan kejadian ini ke petugas keamanan penerbangan untuk ditindaklanjuti.
“Oknum tersebut tercatat sebagai penumpang yang sah, dengan membawa dan menunjukkan boarding pass resmi, namun berpenampilan menyerupai awak kabin Batik Air,”
tambah Danang.
Langkah cepat ini disebut bagian dari komitmen maskapai menjaga keselamatan dan ketertiban penerbangan. Di sisi lain, Batik Air juga mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati. Modus penipuan yang mengatasnamakan mereka bisa bermacam rupa: ada yang mengaku sebagai awak kabin atau karyawan, meminta uang atau data pribadi lewat jalur tidak resmi, hingga menawarkan tiket dan promo dari sumber yang tidak jelas.
“Batik Air mengajak masyarakat untuk bersama-sama bersikap cermat, waspada, dan tidak mudah percaya kepada pihak yang tak bertanggung jawab,”
pungkas Danang.
Bagaimana Cerita Sebenarnya?
Peristiwa ini berawal saat seorang wanita berinisial N diamankan petugas di Bandara Soekarno-Hatta. Ia viral karena mengenakan seragam pramugari Batik Air padahal bukan pegawai. Kejadiannya berlangsung usai penerbangan dari Palembang, Selasa (6/1) lalu.
Kecurigaan mulai muncul ketika N melintas lewat jalur fast track yang khusus untuk awak kabin. Penampilannya yang lengkap seragam menarik perhatian kru Batik Air, yang kemudian berkoordinasi dengan Avsec.
Dari hasil pemeriksaan, motifnya ternyata sederhana: malu. Kompol Yandri Mono dari Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta membeberkan, N sebelumnya mengaku pada keluarganya bahwa ia bekerja sebagai pramugari Batik Air. Padahal, dia gagal dalam proses lamaran.
“Dia mendapatkan seragam itu secara online. Ketahuannya karena beda corak,”
kata Yandri, Kamis (8/1).
“Dia merantau dari Palembang ke Jakarta dan meminta izin kepada keluarga untuk melamar kerja sebagai pramugari, namun gagal,”
lanjutnya.
Karena malu mengakui kegagalan itu, ia tetap berpura-pura diterima. Bahkan saat pulang ke Jakarta dari Palembang, ia masih memakai seragam itu alasan terburu-buru waktu keberangkatan. Setelah mengaku dan meminta maaf, N akhirnya dipulangkan dan diserahkan kembali ke keluarganya.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 7,7 di Filipina Picu Evakuasi Massal Pasien RS Siloam Manado
BMKG: Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari Senin, Waspada Angin Kencang
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat di Istana Merdeka
Skuad Belanda Manfaatkan Waktu Luang di Times Square Jelang Piala Dunia 2026