David da Silva sudah tak sabar untuk kembali ke Surabaya. Penyerang Malut United itu akan menghadapi mantan klubnya, Persebaya, dalam laga lanjutan Super League akhir pekan ini. Bagi David, ini lebih dari sekadar pertandingan biasa. "Saya punya kenangan indah di sini," akunya. Namun begitu, dia menegaskan bahwa semua nostalgia itu akan ditinggalkan di luar lapangan. Fokusnya sekarang hanya satu: membawa pulang poin untuk Malut United.
Laga yang digelar di Gelora Bung Tomo, Sabtu nanti, diprediksi bakal panas. David mengakui kekuatan Persebaya, terutama saat bermain di kandang sendiri. Tapi dia dan rekan-rekannya datang dengan tekad bulat.
Sentimen masa lalu memang kuat. Pemain asal Brasil itu pernah membela Bajul Ijo selama dua musim. Tapi, seperti diungkapkannya, profesionalisme adalah yang utama. "Saya menghormati jersey yang saya kenakan sekarang. Untuk Malut United, saya akan berikan yang terbaik," tegasnya.
Di sisi lain, momentum kedua tim sedang bagus-bagusnya. Malut United, misalnya, punya catatan mengagumkan: 11 laga beruntun tanpa kekalahan! Mereka juga jadi tim dengan raihan poin tandang terbanyak. Tak heran, kepercayaan diri skuad asuhan Hendri Susilo sedang tinggi.
Pelatih Hendri Susilo pun mengonfirmasi kesiapan anak asuhnya. "Semua pemain siap. Kami datang tanpa beban, tapi tetap dengan rencana taktis yang matang," katanya. Meski begitu, dia tak mau lengah. Persebaya, di bawah kendali pelatih baru Bernardo Tavares, pasti akan tampil ngotot di depan pendukungnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Insentif Rp570 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi 2025
Tiongkok Larang Drama Pendek Romansa CEO yang Pamer Harta
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dipercepat, Fokus pada Pendidikan dan Rumah Ibadah Jelang Ramadan
Pertamina Sediakan 654 Ribu Liter BBM Gratis untuk Logistik Banjir Bandang Sumatera