Suasana hangat memenuhi JI-Expo Kemayoran, Jumat malam lalu. Ribuan orang berkumpul untuk Perayaan Aktualisasi Nilai-nilai Natal 2025. Tak kurang dari 14 ribu peserta hadir, menciptakan pemandangan yang cukup luar biasa.
Di tengah kerumunan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tampak hadir. Dia didampingi Wakil Gubernur Rano Karno dan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam sambutannya, Pramono menyebut perayaan Natal tahun ini berlangsung damai dan menggembirakan.
"Natal tahun ini benar-benar berlangsung dengan sejuk, damai, nyaman dan menggembirakan," ujar Pramono.
Dia lalu menyampaikan apresiasi khusus. "Secara khusus saya juga ingin menyampaikan kepada masyarakat yang telah merayakan Natal penuh dengan rasa persatuan, kerukunan, gotong-royong dan di semua tempat berlangsung dengan sangat baik."
Pidatonya kemudian mengalir ke topik yang lebih mendasar: peran keluarga. Menurutnya, ruang keluarga adalah tempat awal segala nilai kebajikan ditanamkan.
"Tadi Kardinal telah menyampaikan bagaimana keluarga adalah inti dari bagaimana negara dan bangsa ini dibangun. Ada ruang-ruang tertanam, tempat cinta, rasa sayang, damai, iman dibangun, ditumbuhkan ruang-ruang di mana nilai kebajikan diwariskan dan solidaritas sosial dimulai," jelasnya.
Bagi Pramono, keluarga bukan sekadar unit sosial. Itu adalah fondasi. Karakter warga kota, termasuk Jakarta yang beragam ini, lahir dari sana. Dari sanalah hormat, toleransi, dan kasih sayang dalam keseharian bisa dirawat. Nilai-nilai itulah yang menjadi pondasi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif.
Di sisi lain, Menteri Agama Nasaruddin Umar tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Yang membuatnya kagum adalah besarnya jumlah peserta dan kebersamaan yang terjalin malam itu.
"Kita bersyukur natal tahun ini luar biasa, natal bersama banyak. Seperti kita lihat tahun lalu masih banyak tempat-tempat masing-masing aras, tapi sekarang semua aras kumpul menjadi satu, Katolik, Kristen, menjadi satu," kata Nasaruddin.
Dia mengakui, ini pertama kalinya Kementerian Agama menggelar perayaan Natal bersama seperti ini. Semua elemen menyatu.
"Dan itu dipenuhi keakraban karena dihadiri bukan hanya satu aras saja tapi semuanya. Ini suatu mode kebersamaan yang perlu kita lestarikan."
Nasaruddin juga memberi pujian. Keberhasilan mengumpulkan massa sebanyak ini, menurutnya, tak lepas dari peran pemimpin setempat. "Saya nggak bayangkan sebanyak ini yang datang karena sudah beberapa kali kita Natalan di tempat lain, di Senayan, tapi ini penuh. Ini karena kehebatan Pak Gubernur kita," imbuhnya.
Perayaan malam itu tak hanya tentang kebersamaan. Ada aksi nyata yang mengiringinya. Terkumpul lebih dari Rp 300 juta dari penggalangan dana yang digelar untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebuah penutup yang bermakna.
Artikel Terkait
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata
Nova Arianto Siap Rotasi Besar-besaran Lawan Timor Leste demi Uji Kedalaman Skuad Timnas U-19
Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 14 Orang, Langgar Gencatan Senjata
Kebakaran Hanguskan Rumah Panggung di Muara Karang, Petugas Kerahkan 15 Damkar dan Manfaatkan Air Laut