Polri Pacu Swasembada Jagung, 1,3 Juta Hektar Lahan Teridentifikasi

- Kamis, 08 Januari 2026 | 15:24 WIB
Polri Pacu Swasembada Jagung, 1,3 Juta Hektar Lahan Teridentifikasi

Di tengah hamparan jagung yang menguning di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan optimisme yang tinggi. Target swasembada pangan, terutama jagung, menurutnya bisa tercapai dalam setahun ke depan. Itu sesuai arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Acara panen kuartal IV itu digelar Kamis (8/1), mundur sedikit dari jadwal sebenarnya di Desember. "Ada berbagai kegiatan lain yang padat, jadi kita geser ke tanggal 7 Januari," ujar Sigit, menjelaskan. Ia tampak berdampingan dengan sejumlah tokoh, seperti Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Lalu, bagaimana caranya? Sigit membeberkan, selama setahun terakhir Polri benar-benar fokus mencari lahan-lahan yang bisa dioptimalkan. Upaya itu bagian dari dorongan besar-besaran menuju swasembada jagung.

"Jadi kurang lebih selama satu tahun, sesuai target Bapak Presiden, kita memaksimalkan segala upaya," katanya.

Hasilnya? Cukup mengejutkan. Polri berhasil mengidentifikasi lahan potensial seluas 1,3 juta hektare. Dari angka itu, sekitar 586 ribu hektare sudah tertanami. "Alhamdulillah," sambung Sigit.

"Masih ada sisa kurang lebih 700 ribu hektare lagi. Mudah-mudahan bisa kita selesaikan penanamannya hingga tahun 2026," harapnya.

Dari kerja keras itu, kontribusi nyatanya sudah bisa dihitung. Polri disebut telah menyumbang produksi jagung nasional sekitar 3,4 hingga 3,5 juta ton. Angka itu akumulasi dari panen setahun penuh hingga kuartal IV.

Bagi Sigit, ini bukan sekadar angka. Capaian ini diharapkan bisa jadi pengungkit utama terwujudnya swasembada nasional. Selain memperkuat cadangan pangan dalam negeri, juga buka peluang ekspor.

"Mudah-mudahan kami bisa ikut berkontribusi semaksimal mungkin untuk atensi Bapak Presiden ini," tutupnya penuh harap. Suasana di lokasi panen sore itu pun terasa hangat, penuh dengan optimisme yang nyaris merata.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar