Memang, bagi sebagian orang, rayuan seperti ini terasa sangat murahan. Bikin eneg. Tapi nyatanya, masih banyak yang terjebak, terutama perempuan yang merasa kesepian. Setelah perasaan korban benar-benar klepek-klepek, barulah tahap penipuan finansial dimulai. Duit dikuras habis. Lalu si pelaku menghilang, tepat di saat korban lagi sayang-sayangnya. Kasihan? Iya. Tapi kadang kita juga geleng-geleng.
Jadi, intinya apa? Hati-hati saja main di media sosial. Jangan mudah terbawa suasana. Sadari diri, masa-masa cari perhatian dan tebar pesona mungkin sudah lewat. Kalau dipaksakan, risikonya besar.
Bisa-bisa, yang datang malah ‘azab’ dalam bentuk penipuan berkedok percintaan.
Mending hidup dijalani apa adanya. Lurus-lurus saja. Kalau kita berusaha menjaga sikap dan pergaulan, baik di dunia nyata maupun maya, insya Allah yang kita temui juga orang-orang baik. Sebaliknya, kalau sukanya keluyuran di area “genit” dan penuh tipu daya, ya jangan kaget ketemu buaya darat.
Waspadalah… waspadalah.
Artikel Terkait
Saat Pejabat Berani Buka Diri, Koruptor Cemas dan Tersipu
Eropa Berang, Hubungan Transatlantik Memasuki Zaman Es
Jaringan Judi Online Diduga Dalangi Fitnah terhadap SBY
Kritik Satir Pandji Picu Demo, Wartawan Soroti Kemarahan Pesanan