Angka itu bikin melongo: tiga puluh tiga miliar rupiah per bulan. Itu yang bisa dikeruk para love scammer. Pantesan, negara seperti Kamboja terlihat serius membidik bisnis haram semacam ini. Modal utamanya cuma rayuan murahan, tapi hasilnya? Sungguh luar biasa atau lebih tepatnya, mengerikan.
Nah, perlu dicatat. Induk dari seluruh operasi ini, setidaknya yang baru-baru ini digerebek di Jogja, ternyata bermarkas di China. Namanya PT Altairs. Pola yang sama terlihat di Kamboja. Intinya, otak-otak utama ada di sana. Mereka kemudian membangun jaringan cabang di berbagai negara, dengan Kamboja sebagai pusat terbesarnya. Beberapa titik juga merambah ke Indonesia.
Dalam penggerebekan itu, polisi menyita puluhan laptop dan ratusan ponsel. Dua jenis alat elektronik itu jadi senjata andalan untuk melancarkan aksi mereka, lewat berbagai aplikasi kencan online.
Mayoritas pekerjanya adalah pria. Tugas mereka? Menyamar sebagai wanita cantik, seksi, dan pandai merayu. Foto-foto profil mereka comot dari mana saja. Setelah koneksi terjalin dan percakapan memanas, biasanya korban akan dikirimi video porno sebagai umpan. Syaratnya? Transfer duit dulu.
Jadi, bisnis intinya memang bermain di ranah nafsu. Lelaki-lelaki yang mudah tergoda jadi sasaran empuk. Mereka ‘diporotin’ bukan cuma duit, tapi juga perasaan.
Lalu, bagaimana kalau korbannya perempuan?
Modusnya beda. Rayuannya pakai gombalan klasik. Si korban dipuji cantik, manis, imut. Disisipi kata-kata “I Love You, Ayang” yang diulang-ulang sampai bikin mabuk kepayang. Perhatiannya pun dijaga terus. Ditanya kabarnya tiap saat, disuruh makan, disuruh jaga kesehatan. Semua itu datang dari para ‘kadal buntung’ di balik layar.
Artikel Terkait
Saat Pejabat Berani Buka Diri, Koruptor Cemas dan Tersipu
Eropa Berang, Hubungan Transatlantik Memasuki Zaman Es
Jaringan Judi Online Diduga Dalangi Fitnah terhadap SBY
Kritik Satir Pandji Picu Demo, Wartawan Soroti Kemarahan Pesanan