Penyebar Fitnah terhadap SBY Diduga Terafiliasi Jaringan Judi Online
Isu fitnah yang melibatkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali ramai. Yang menarik, kini muncul dugaan kuat bahwa penyebaran isu tersebut punya kaitan dengan jaringan judi online. Hal ini tentu menambah dimensi baru pada kasus yang sudah pelik.
Menurut Dr. Elfrianto, ST, M.I.Kom, Sekretaris DPC PAN Kabupaten Wajo, Sulsel, serangan terhadap SBY ini jauh dari kata spontan. Polanya terlihat rapi dan terstruktur.
“Ini bukan sekadar opini liar atau serangan personal biasa. Polanya rapi, masif, lintas platform, dan membutuhkan biaya besar. Kami menduga kuat ada afiliasi dengan jaringan judi online,”
Demikian penegasan Elfrianto dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
Serangan itu, katanya, menyebar secara simultan. Dari Facebook, X, TikTok, YouTube, sampai Instagram dibanjiri narasi yang seragam. Tujuannya jelas: membentuk persepsi negatif di benak publik.
“Produksi konten yang masif, penggunaan buzzer, iklan terselubung, hingga pemanfaatan algoritma media sosial jelas membutuhkan sokongan dana besar. Ini bukan kerja individu, melainkan jaringan,”
Ia melihat pola ini tak asing. Jaringan judi online kerap menggunakan taktik serupa untuk mengalihkan perhatian atau menyerang figur tertentu. Tujuannya? Melindungi bisnis ilegal mereka dengan menciptakan kegaduhan politik.
Menurut Elfrianto, menyeret nama SBY dalam isu seperti ijazah Jokowi sangat berbahaya. Bukan cuma soal mencederai kehormatan pribadi seorang negarawan, tapi juga merusak kepercayaan terhadap institusi negara.
“SBY adalah mantan Presiden yang memimpin Indonesia selama dua periode, melewati masa-masa krisis dengan stabilitas politik dan ekonomi yang relatif terjaga. Fitnah semacam ini tidak bisa dianggap sepele,”
Ia menegaskan, mengaitkan SBY dengan isu itu tanpa bukti adalah disinformasi murni yang berpotensi memecah belah.
Di sisi lain, jaringan judi online dinilai sudah merambah jauh. Mereka tak cuma main di bisnis ilegal, tapi juga aktif membentuk opini publik. Mereka memanfaatkan celah kebebasan berekspresi untuk menyebarkan hoaks dan narasi provokatif.
“Judol bukan sekadar kejahatan ekonomi, tapi sudah menjadi ancaman sosial dan politik. Mereka punya dana, punya jaringan, dan berani memainkan isu sensitif,”
Oleh karena itu, keberadaan buzzer anonim dan akun-akun palsu yang menyerang tokoh nasional harus ditelusuri serius oleh aparat.
Elfrianto pun mendesak Kepolisian RI untuk segera bertindak. Ia meminta jaringan di balik fitnah ini dibongkar, termasuk aliran dana yang membiayai operasi media sosial mereka.
“Polisi harus masuk, telusuri digital footprint-nya, cek aliran dananya, dan bongkar jika ada keterkaitan dengan judi online. Ini penting demi menjaga ruang publik tetap sehat,”
Penegakan hukum yang tegas, menurutnya, akan memberi efek jera. Sekaligus menjadi pesan bahwa demokrasi kita tak boleh dirusak oleh hoaks dan kepentingan gelap.
Terakhir, ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang belum jelas kebenarannya.
“Demokrasi membutuhkan kebebasan, tapi juga tanggung jawab. Jangan sampai kita menjadi alat dari kepentingan gelap yang ingin merusak persatuan bangsa,”
Demikian pernyataan penutupnya.
Artikel Terkait
Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Bayi Laki-Laki Bernama Zac
Tokoh Sepuh NU Kiai Manarul Hidayat Restui Gus Hery Maju Calon Ketua Umum PBNU
Menteri Pertanian Puji Kualitas Bibit Kelapa dan Kakao di Konawe Selatan, Targetkan 3 Juta Lapangan Kerja Baru
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.096 per Dolar AS, Daya Beli di Dalam Negeri Tak Sebanding dengan Beban Utang Luar Negeri