“Terhadap pemerintah, tolong dibantu. Bagaimana caranya supaya anak saya ini bisa dikeluarkan pelurunya,” pinta Romanda dengan nada harap.
“Setiap dia nangis, air mata keluar darah. Tolonglah anak saya.”
Keprihatinannya terdengar jelas dalam setiap kata.
Peluru yang Masih Bersarang
Gibson Girsang, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD dr. Pringadi, kemudian menjelaskan temuan medis yang mengkhawatirkan. Hasil rontgen menunjukkan benda asing berbentuk peluru masih bersarang di rongga kepala Asmi.
“Dari dokter kami bilang itu peluru dan masih bersarang di kepala,” ucap Gibson.
Meski kondisi Asmi dilaporkan mulai membaik, keberadaan benda asing itu tentu sangat mengganggu. Rumah Sakit dr. Pringadi pun berusaha merujuknya. Sayangnya, upaya itu menemui kendala. RS Pringadi sendiri tidak memiliki dokter mata spesialis.
Rumah Sakit Adam Malik yang dihubungi ternyata tidak memiliki layanan bedah mata saat itu. Sementara, di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) memang ada dokternya, tapi ruang rawatnya penuh.
“Dari Rumah Sakit dr. Pringadi menyarankan mencari ruangan kosong agar bisa langsung ke sana (RS USU),” tutur Gibson menjelaskan dilema yang dihadapi.
Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian yang telah dimintai keterangan terkait kasus tembak nyasar ini belum juga memberikan jawaban atau klarifikasi resmi. Keluarga korban, terutama sang ibu, masih menunggu dengan hati was-was antara harapan dan ketakutan.
Artikel Terkait
Banjir Susulan Landa 44 Desa di Aceh Timur, Ribuan Jiwa Terdampak
Menara Haji Indonesia di Makkah Ditargetkan Beroperasi pada 2028
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang