Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membuat pernyataan mengejutkan pada Selasa lalu. Di hadapan para prajurit di sebuah fasilitas angkatan laut di Virginia, dia mengungkap sebuah operasi militer rahasia di jantung Venezuela. Operasi itu, kata Hegseth, melibatkan hampir dua ratus personel militer AS yang diterjunkan ke Caracas.
Tujuannya? Menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
"Mereka masuk ke pusat Caracas dan menangkap seorang individu yang telah didakwa dan dicari oleh sistem peradilan AS sebagai bagian dari dukungan terhadap penegakan hukum, tanpa satu pun warga AS tewas,"
Begitu penjelasan Hegseth, seperti terlihat dalam video AFP. Dia menyebut pasukan itu sebagai "putra-putri terbaik AS" yang beraksi langsung di ibu kota Venezuela. Sebuah klaim yang, jika benar, merupakan eskalasi luar biasa dari ketegangan Washington dengan pemerintah kiri Caracas.
Namun begitu, pernyataan Hegseth tidak berhenti di situ. Dia lalu beralih membahas tekad AS di wilayah Amerika. Dengan nada lantang, dia menegaskan kesiapan AS untuk memburu setiap kapal penyelundup narkoba yang berani berkeliaran. Dia seolah ingin membangkitkan kembali semangat juang di dalam tubuh pasukan, mengingatkan mereka bahwa tujuan akhirnya adalah menjadi kekuatan tempur paling mematikan di planet ini.
Artikel Terkait
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat
Ayah di Batam Diduga Setubuhi Anak Kandungnya Sejak Usia 7 Tahun
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya