Di Balik Gugurnya Tiga Prajurit: Kisah Misi Perdamaian yang Tak Selamanya Damai
Kehilangan tiga prajurit TNI di Lebanon baru-baru ini adalah pengingat yang pahit. Bertugas di daerah konflik itu memang penuh risiko, nyawa taruhannya. Sejak 1957, Indonesia sudah mengirimkan pasukannya sebagai bagian dari Kontingen Garuda. Itu adalah bentuk nyata dari politik luar negeri bebas aktif yang kita junjung.
Di balik seragam biru PBB, tersimpan segudang cerita. Ada yang unik, tak sedikit pula yang heroik dan nyaris tak terbayangkan. Salah satu kisah yang paling mencolok datang dari seorang prajurit Kopassus, Pelda Sumardi. Di kalangan rekan-rekannya, ia lebih dikenal dengan panggilan "Mardi Rambo".
Pengalamannya saat bertugas di Bosnia benar-benar menguji nyali.
Bagaimana tidak, pria dengan keahlian khusus zeni demolisi ini harus bertahan hidup dengan meminum air bekas kuda. Ya, Anda tidak salah baca. Air bekas kuda. Itu adalah salah satu dari sekian banyak tantangan ekstrem yang ia hadapi di lapangan.
Menariknya, Mardi Rambo punya rekor yang sulit ditandingi: ia diturunkan ke medan operasi hingga 14 kali. Angka itu luar biasa, mengingat rata-rata prajurit Kopassus paling hanya empat kali mendapat tugas operasi.
Dalam sebuah wawancara yang tercatat di buku "Kopassus untuk Indonesia", ia bercerita tentang pengalaman pertamanya ke Bosnia dengan nada khas.
"Senang sekali ke Bosnia. Pesawat itu take off kemudian landing. Ternyata landing itu wuenaaakk sekali,"
Ucapannya itu punya cerita. Rupanya, itu adalah kali pertama ia benar-benar merasakan pesawat mendarat dengan sempurna. Selama ini, dalam misi-misi sebelumnya, ia dan tim selalu terjun bebas sebelum pesawat menyentuh landasan. Take off biasa, tapi landing? Itu barang mewah.
Kemampuan prajurit Baret Merah memang sudah jadi legenda. Tidak perlu diragukan lagi soal itu.
Mereka ditempa lewat latihan-latihan yang bagi orang biasa terkesan mustahil. Kemampuan bertarung hanyalah dasar. Mereka juga diasah dengan latihan menyelam di kolam Tribuana yang kedalamannya mencapai 17 meter. Lalu ada latihan dropper, yang dikenal sebagai salah satu tahapan paling ekstrem. Belum lagi latihan survival di hutan belantara.
Semua itu membentuk prajurit yang tangguh, seperti Mardi Rambo. Kisah minum air bekas kuda di Bosnia hanyalah satu fragmen kecil dari perjalanan panjang mereka. Di sisi lain, setiap misi perdamaian menyimpan cerita tersendiri tentang bahaya, ketahanan, dan pengorbanan yang seringkali tak terlihat oleh publik.
Artikel Terkait
MUI: Pembelian Hewan Kurban Presiden Pakai APBN Sah Secara Syariat
Pemerintah Tegaskan Sapi Kurban Presiden Prabowo Berasal dari Anggaran Banpres, Bukan Dana Pribadi
KAI Logistik Kirim 25 Unit Kereta Api dari Jakarta ke Sumatra untuk Dukung Operasional Penumpang
Warga Depok Gelar Salat Idul Adha di Lapangan Dekat Gereja, Bukti Toleransi 30 Tahun