Bank Indonesia bakal menyerahkan sisa surplus anggaran tahun buku 2025 ke pemerintah. Nilainya tak main-main: Rp40 triliun. Ini jadi babak akhir dari cerita surplus yang totalnya mencapai Rp85 triliun, tentu saja setelah semua proses audit oleh BPK rampung.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan kronologinya. Rupanya, di penghujung tahun lalu, pemerintah sudah terlebih dahulu meminta uang muka.
"Nah, di bulan Desember kemarin, pemerintah sebagian itu diminta semacam uang muka Rp15 triliun. Rp15 triliun ini sebagai uang muka," ujar Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu lalu.
Lalu, bagaimana dengan sisa Rp70 triliun setelah dipotong uang muka tadi? Perry memaparkan, angka itu akan disinkronkan dengan kewajiban pemerintah. Ada utang pemerintah pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dari tahun sebelumnya yang nilainya mencapai Rp45 triliun. Utang ini akan dikompensasikan.
"Kami setor dulu tempo hari Rp15 triliun, kami setor Rp70 triliun. Kami setor itu, kemudian akan dikurangi yang Rp45 triliun akan dikembalikan ke BI," tuturnya.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Pastikan Stok Elpiji Nasional Aman untuk Lebih dari 10 Hari
Presiden Prabowo Segera Lantik Hakim MK dan Ombudsman Baru Pekan Ini
Indonesia Sambut Positif Gencatan Senjata Dua Pekan Iran-AS
Pemerintah Tegaskan Pemotongan Gaji Pejabat Masih Wacana, Belum Diputuskan