Senin sore kemarin, suasana di Jalan Gito Gati, Sleman, mendadak berubah riuh. Ruko yang biasanya tampak biasa-biasa saja tiba-tiba digerebek polisi. Ternyata, bangunan itu diduga kuat jadi markas operasi penipuan skala internasional.
Yang menarik, warga sekitar sama sekali tak menyangka. Wahyu Agung Purnomo, Ketua RW setempat, mengaku masyarakat tak punya informasi soal aktivitas ilegal di balik dinding ruko itu. Bahkan pemilik kontrakan pun disebut tidak tahu-menahu.
"Kalau dari warga itu malah nggak pada tahu ya kalau itu mau digunakan untuk itu, karena izinnya juga nggak seperti itu. Yang punya kontrakan pun juga tidak tahu seandainya itu mau dipergunakan untuk itu,"
kata Wahyu, Selasa (6/1).
Menurut ceritanya, aktivitas di ruko itu sudah berjalan sekitar setahun. Wahyu sempat penasaran dan bertanya karena operasionalnya terlihat sangat tertutup. Jawaban yang didapat? Katanya sih cuma urusan biro jodoh.
"Pernah dulu, tapi ada yang bilang itu untuk semacam chat perjodohan. Ada juga yang bilangnya semacam map seperti itu, saya memang kurang paham itu untuk dunia seperti itu,"
ujarnya sambil mengaku bingung.
Meski dari luar tak terlihat mencurigakan, ada satu hal yang sempat bikin warga risih. Sepeda motor para karyawan sering memadati area, bahkan sampai memakan badan jalan. Tapi selain itu, semuanya tampak normal. Hanya satu pintu kecil yang selalu dipakai untuk keluar-masuk, padahal bangunannya punya gerbang besar di depan.
"Yang dipakai keluar masuknya itu cuma pintu satu. Kegiatan atau aktivitas dari luar itu memang nggak tampak,"
kata Wahyu menggambarkan.
Soal penggerebekan, tak ada pemberitahuan sebelumnya. Polisi datang mendadak dan memintanya hadir ke lokasi sekitar pukul tiga lewat seperempat sore. Di dalam, pemandangan yang ia saksikan cukup mengejutkan.
Puluhan ponsel dan laptop berjejer sebagai barang bukti. Rupanya, ruko dua lantai itu penuh dengan kamar-kamar kecil di lantai atas. Sekitar enam puluh karyawan diamankan polisi untuk dimintai keterangan, mengisi ruangan yang sebelumnya hanya dikenal sebagai "kantor biro jodoh" itu.
Artikel Terkait
Makassar Alokasikan Rp10,6 Miliar untuk Bangun Jalan Akses TPA Antang
Catatan Harian Ungkap Jaringan Dakwah Ulama Sulsel KH Ahmad Surur
Anggota DPR Desak Penyelidikan Kasus Sea Dragon Sampai ke Aktor Intelektual
Dua Perwira Polres Toraja Utara Ditahan Terkait Dugaan Jaringan Narkoba