ujarnya sambil mengaku bingung.
Meski dari luar tak terlihat mencurigakan, ada satu hal yang sempat bikin warga risih. Sepeda motor para karyawan sering memadati area, bahkan sampai memakan badan jalan. Tapi selain itu, semuanya tampak normal. Hanya satu pintu kecil yang selalu dipakai untuk keluar-masuk, padahal bangunannya punya gerbang besar di depan.
"Yang dipakai keluar masuknya itu cuma pintu satu. Kegiatan atau aktivitas dari luar itu memang nggak tampak,"
kata Wahyu menggambarkan.
Soal penggerebekan, tak ada pemberitahuan sebelumnya. Polisi datang mendadak dan memintanya hadir ke lokasi sekitar pukul tiga lewat seperempat sore. Di dalam, pemandangan yang ia saksikan cukup mengejutkan.
Puluhan ponsel dan laptop berjejer sebagai barang bukti. Rupanya, ruko dua lantai itu penuh dengan kamar-kamar kecil di lantai atas. Sekitar enam puluh karyawan diamankan polisi untuk dimintai keterangan, mengisi ruangan yang sebelumnya hanya dikenal sebagai "kantor biro jodoh" itu.
Artikel Terkait
Tenda Pengungsian di Gaza Diserang Drone, Lima Anak di Antaranya Tewas
Mabuk dan Tuduhan Uang Patungan, Seorang Pria Tewas Dianiaya Teman Minumnya di Rappocini
Bos Kejahatan Cyber Chen Zhi Diekstradisi dari Kamboja, Aset Triliunan Rupiah Disita
Perselingkuhan Berulang: Kapan Batas Kesabaran dalam Rumah Tangga?