Jujur saja, di zaman serba terbuka ini, menjaga hati jauh lebih berat ketimbang menjaga mulut. Menundukkan pandangan lebih rumit daripada sekadar menutup telinga. Tapi percayalah, setiap upaya kecil itu punya nilai yang tak terduga di sisi-Nya. Siapa sangka, satu langkahmu menjauhi dosa bisa jadi lebih bermakna daripada ribuan langkah orang lain yang disoraki banyak orang.
Jadi, kalau hari ini kamu masih berusaha memperbaiki diri meski tertatih, meski sesekali terjatuh ingatlah satu hal: kamu sedang menapaki jalan yang dicintai-Nya. Jalannya sepi, tapi ada cahaya di ujungnya. Jalannya terjal, tapi justru di situlah ketenangan sejati bisa ditemukan.
Pada akhirnya, ukuran yang sesungguhnya bukanlah kebesaran kita di mata sesama. Melainkan kejujuran kita dalam berusaha menjadi hamba yang sedikit lebih baik di hadapan Allah.
Semoga langkah-langkah kecil kita, di tengah zaman yang kerap membuat kebaikan terasa asing, selalu diberi kekuatan.
Artikel Terkait
Rusia Ancam Serang Pasukan Asing di Ukraina, Sebut Kesepakatan Paris Poros Perang
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Usung Gagasan Presidensi untuk Semua
Toko Kosmetik di Ciracas Diduga Jadi Peredar Gelap Tramadol
Tito Karnavian Gagas Siswa Kedinasan Jadi Ujung Tombak Pemulihan Pascabencana