Di sisi lain, Anwar punya pandangan jelas tentang masa depan Venezuela. Menurutnya, itu urusan rakyat sana. Bukan hak pihak luar untuk ikut campur dan menentukan.
“Rakyat Venezuela-lah yang berhak menentukan masa depan politik mereka sendiri,” jelas Anwar.
Ia lalu mengingatkan pelajaran dari sejarah. “Seperti yang telah ditunjukkan sejarah, perubahan kepemimpinan yang terjadi secara tiba-tiba akibat kekuatan eksternal akan membawa lebih banyak mudarat daripada manfaat.”
“Terlebih di sebuah negara yang sudah bergulat dengan kesulitan ekonomi berkepanjangan dan tekanan sosial yang mendalam,” sambungnya. Intinya, intervensi semacam ini justru berisiko memperburuk keadaan yang sudah pelik.
Bagi Malaysia, prinsipnya jelas. Menghormati kedaulatan negara dan hukum internasional adalah fondasi untuk menjaga perdamaian global. Titik.
“Keterlibatan yang konstruktif, dialog, dan de-eskalasi tetap menjadi jalan paling kredibel,” tutur Anwar menutup pernyataannya.
Hanya dengan cara itulah, katanya, warga sipil bisa terlindungi dan rakyat Venezuela bisa meraih aspirasi mereka tanpa ancaman bahaya yang lebih besar.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Jika Aturan Zonasi Ketat Diterapkan, 75 Persen Jakarta Bisa Jadi Ruang Hijau
Ijazah Jokowi Tersangkut di Polda, Sidang Citizen Lawsuit di Solo Terus Berlanjut
Prabowo Serahkan Bonus Rp 456 Miliar, Pesan Khusus untuk Atlet SEA Games
Dari Gilgamesh ke Amazon: Kisah Abadi Manusia dan Kutukan Hutan